Jumat, 06 Desember 2013

Laela Khikmawati - Jaringan Komputer (Topologi Extended Star)


MAKALAH
JARINGAN KOMPUTER
 (TOPOLOGI EXTENDED STAR)
Dosen: Hari Agung B, M.Kom







LAELA KHIKMAWATI
13.230.0134
IP52


STMIK WIDYA PRATAMA PEKALONGAN 
TAHUN PELAJARAN 2013-2014



Jaringan Komputer

Tujuan utama dari dibangunnya suatu jaringan komputer adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Atau dengan kata lain, Topologi jaringan bisa diartikan sebagai cara menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan atas dasar kegunaan dan fungsi, keterbatasan resource dan juga biaya.
Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi.
Topologi jaringan terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.

Topologi fisik yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan adalah :
  1. Topologi Bus (Bus Topology)
  2. Topologi Ring/Cincin (Ring Topology)
  3. Topologi Star (Star Topology)
  4. Topologi Extended Star (Extended Star Topology)
  5. Topologi Hirarki/Pohon (Hierarchical Topology)
  6. Topologi Mesh (Mesh Topology)
 Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi tiga tipe, yaitu :

  1. Topologi Broadcast/Ethernet
  2. Topologi Token Passing
  3. Topologi FDDI (Fiber Distributed Data Interchange)
Faktor – faktor yang dalam pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
  1. Biaya, Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
  2. Kecepatan, Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
  3. Lingkungan, Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang digunakan.
  4. Ukuran, Sampai  seberapa besar  ukuran  jaringan. Apakah  jaringan memerlukan  fileserver atau sejumlah server khusus.
  5. Konektivitas, Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

Topologi Extended Star

Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan dari topologi star (Bintang). Topologi Extended Star bisa didefinisikan adalah gabungan dari beberapa Topologi Star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star.
Topologi ini merupakan topologi yang paling banyak dipakai, terutama untuk jaringan di lingkungan perkantoran dan sekolah. Sehingga hanya terdapat satu server saja yang menjadi pusat dari jaringan di sekolah ataupun perkantoran tersebut, hal ini dimaksudkan agar bila terjadi kerusakan maka proses perbaikan akan lebih mudah dilakukan.




Ciri-ciri Topologi Extended Star
  1. Setiap client tidak langsung terhubung satu sama lain tetapi melalui perangkat pusat pengendali yang di sebut HUB.
  2. Setiap client berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node (server).
  3. Traffic data mengalir dari client ke sub node lalu diteruskan ke central node (server) dan sebaliknya.
  4. Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya.

Kelebihan Topologi Extended Star
  1. Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu.
  2. Kabel yang di butuhkan hanya sebanyak computer dalam jaringan.
  3. Memiliki sifat robustness yaitu jika satu link rusak maka hanya pada computer yang berada pada link tsb.

Kekurangan Topologi Extended Star
  1. Bila central node terputus maka semua client pada setiap sub node juga akan terputus.
  2. Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade.
  3. Biaya lebih mahal.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar