Minggu, 20 April 2014

NAMA : ROHMAN NIM : 13.230.0127 KELAS : 2P52 STMIK WIDYA PRATAMA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2013-2014



STMIK WIDYA PRATAMA
                 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
                        Jl. Patriot No 25 Pekalongan
                        Telp. (0285) 427816 Fax. (0285) 427815

                     
Mata Kuliah






:
Nama
: Rohman

:
NIM
: 13.230.0127

:
Kelas
: 2P52






PEMROSESAN TRANSAKSI
Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual. Sistem pemrosesan transaksi sangat penting karena merupakan dasar sistem bisnis yang melayani level operasional dalam organisasi. Output dari sistem ini akan menjadi input bagi sistem-sistem yang berada pada level manajemen dan level strategis. Setiap proses bisnis dimulai dari saksi, sehingga sistem pemrosesan transaksi yang ditempatkan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi proses bisnis yang dijalankan.
1.    Komponen-komponen system pemrosesan transaksi
komponen pemrosesan terdiri dari
a) Input  = Input dalam suatu proses transaksi adalah dokumen sumber yang dapat berupa formulir atau bukti transaksi lainnya.
b) Proses = Dalam system manual terdiri dari kegiatan pemasukkan data transaksi kedalam jurnal. Dalam sistem komputer, prosesnya dilakukan dengan memasukkan data kedalam file transaksi
c) Penyimpanan =Media penyimpanan dari transaksi secara manual adalah Buku Besar. Buku besar ini menyediakan ikhtisar transaksi-transaksi keuangan perusahaan. Proses pemasukkan data dari jurnal kedalam buku besar disebut “POSTING”Untuk sistem komputer, posting ini dilakukan dengan mengup-date file master menggunakan file transaksi
d) Output = jenis keluaran yang dihasilkan dari proses transaksi, antara lain : Laporan keuangan, Laporan Operasional, Dokumen Pengiriman, faktur, dsb
GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI
Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system—TPS) merupakan aktivitas yang terdiri atas tiga subsistem utama yang disebut siklus, yaitu siklus pendapatan, siklus pengeluaran, dan siklus konversi. Aplikasi TPS memproses transaksi keuangan. Transaksi keuangan didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang memengaruhi aktiva dan ekuitas perusahaan, dicerminkan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.

Siklus Pendapatan
Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan (revenue cycle), yang meliputi pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah penjualan kredit. Subsistem utama dari siklus pendapatan adalah pemrosesan transaksi penjualan dan penerimaan kas.

Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan perolehan bahan baku, properti, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas. Subsistem utama dari siklus pengeluaran adalah sistem pembelian/utang, sistem pengeluaran kas, sistem penggajian, dan sistem aktiva tetap.

Siklus Konversi
Terdiri atas dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik melalui proses produksi. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi biaya digunakan untuk penilaian persediaan, penganggaran, pengendalian biaya, pelaporan kinerja, dan keputusan manajemen.
CONTOH NOTA :

Pada nota diatas merupakan contoh nota pembelian handphone. Untuk isian yang paling atas adalah tanggal dan nama pembeli dari barang tersebut, pada field banyaknya adalah jumlah barang yang akan dibeli, pada field nama barang adalah nama barang yang akan dibeli, pada field harga adalah harga satuan dari barang yang akan dibeli, dan pada field jumlah adalah harga dikalikan dari jumlah barang yang akan dibeli. Kemudian pada kolom jumlah yang paling bawah adalah jumlah dari seluruh harga barang tersebut. Lalu pada tanda terima adalah tanda tangan dari pembeli dan pada ruang hormat kami yang biasanya berisi cap/stempel dari usaha yang bersangkutan.  Untuk nota warna putih akan diberikan kepada pembeli, dan untuk warna merah dan kuning akan disimpan oleh pengusaha jika sewaktu waktu ada hal – hal yang diinginkan oleh pembeli.

AFLOWCHART PEMROSESAN TRANSAKSI

Pada gambar diatas adalah contoh flowchart  transaksi di tempat fotokopi. Pertama pelanggan akan diberikan harga dari setiap lembar fotokopi , jika pelanggan setuju maka fotokopi akan di lanjutkan, dan jika tidak maka pelanggan diperbolehkan keluar. Setelah itu pelanggan akan memberikan kertas yang akan di fotokopi dan akan diproses oleh pembuat, setelah selesai kertas akan diberikan kembali berserta hasil fotokopian tadi dan pelanggan diperbolehkan pergi.
Pemrosesan Transaksi

Daftar Isi :
I. PEMROSESAN TRANSAKSI, Kerangka Pemrosesan Transaksi, Komponen-Komponen Pemrosesan Transaksi, Arus Transaksi Melalui Siklus Akunting, II. SPI (SISTEM PENGENDALIAN INTERN), Definisi Sistem Pengendalian Intern, Unsur Sistem Pengendalian Intern, Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Pengendalian Intern Akuntansi ?, Pendekatan Untuk Merancang Pengendalian Intern Untuk Akuntansi, DAFTAR PUSTAKA.


Sekilas Isi :
I. PEMROSESAN TRANSAKSI

Salah satu tujuan sistem informasi adalah mendukung operasi harian perusahaan. Tujuan ini dicapai melalui : (1) pemrosesan transaksi-transaksi yang disebabkan baik oleh sumber-sumber ekstern maupun intern, dan (2) menyiapkan keluaran-keluaran seperti dokumen-dokumen operasional dan laporan-laporan keuangan.

Kerangka Pemrosesan Transaksi
A. Jaringan Kerja Keseluruhan Perusahaan
Pemrosesan transaksi terjadi selaras dengan operasi perusahaan. Perangkat gabungan sistem-sistem pemrosesan transaksi serupa dengan jaringan kerja yang kompleks dari operasi-operasi fisik, proses kertas kerja dan arus data/informasi yang saling bergantung.

B. Sistem Informasi Fungsional
Sistem operasional dan organisasi perusahaan pada umumnya dibagi berdasarkan fungsi. Untuk memungkinkan pengendalian yang efektif dan efisien atas operasi dan koordinasi kegiatan-kegiatan manajerial. Sistem informasinya haruslah dibagi menurut fungsi-fungsi yang sama. Macam-macam subsistem informasi fungsional pada tiap-tiap industri berbeda-beda. Bahkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama juga berbeda. Setiap subsistem informasi fungsional berkaitan erat dengan penyediaan pengendalian yang ketat terhadap satu atau beberapa sistem pemrosesan transaksi. Hal yang sama pentingnya adalah hubungan yang ada pada setiap subsistem informasi fungsional diantara tingkat operasional dan tingkat manajerial. Subsistem informasi fungsional membantu arus informasi transaksi kepada manajer-manajer fungsional.

Komponen-Komponen Pemrosesan Transaksi
Pemrosesan transaksi terjadi dalam suatu proses. Proses ini yang dikenal sebagai siklus akunting. Siklus akunting membutuhkan beragam komponen pembangun. Komponen-komponen ini meliputi dokumen sumber, jurnal dan register, lejer dan arsip (file) laporan dan keluaran-keluaran lain, bagan rekening dan kode-kode lain, rangkaian audit, metode dan alat-alat pemrosesan, serta pengendalian.
A. Dokumen Sumber
Kebanyakan transaksi dicatat pada dokumen sumber, selain menyediakan catatan-catatan tertulis dokumen sumber berfungsi :
a. Memicu meng-otorisasi operasi fisik
Sebagai contoh surat pesanan penjualan meng-otorisasi pengiriman barang dan gangguan kepada pelanggan.
b. Memantau arus fisik
Misalnya surat pesanan penjualan digunakan untuk memperlihatkan pergerakan barang pesanan dari gudang ke tempat pengiriman.
c. Mencerminkan akuntabilitas atas tindakan yang diambil
Misalnya tagihan dari pemasok diparaf untuk memperlihatkan bahwa tagihan ini sudah diperiksa kebenarannya.
d. Menjaga kemutakhiran dan kelengkapan basis data
Sebagai contoh kopi faktur penjualan digunakan untuk memutakhirkan saldo dalam catatan sediaan. Catatan pelanggan dan kemudian diarsipkan untuk kepentingan riwayat penjualan.
e. Menyediakan data yang dibutuhkan untuk keluaran
Misalnya data dalam surat pesanan penjualan digunakan untuk menyiapkan faktur penjualan dan ikhtiar penjualan.