Selasa, 01 April 2014

Mubarack A.A ( Raj ) 13.230.0143



Cara – cara dalam merekrut pegawai baru

• Applicant yang datang melalui iklan di koran, sangat beragam, surat lamaran yang masuk bertumpuk-tumpuk dan proses penyeleksiannya lebih sulit dan merepotkan. Prioritas penyeleksian adalah pengalaman kerja.
• Campus Hiring yang diminati oleh para fresh graduates hanya cocok untuk posisi staff seperti marketing (account officer) karena tidak adanya pengalaman kerja. Prioritas penyeleksian adalah pada prestasi akademis, dengan IPK 2,75 ke atas. Sekalipun demikian, perusahaan harus membuang banyak biaya sampai mereka siap pakai dan produktif (biaya training, gaji sementara ditraining, waktu yang terbuang). Keuntungannya adalah mereka mau menerima gaji lebih rendah karena tidak berpengalaman.
• Relokasi karyawan/promosi tidak ada biaya yang dikeluarkan, perusahaan mendapatkan orang yang sudah dikenal reputasinya, dan pasti memuaskan karena dianggap mampu untuk posisi yang baru. Namun demikian akan terjadi kekosongan posisi lama yang tetap harus diisi.
• Referensi dari karyawan juga memuaskan, karena jaminannya adalah nama baik karyawan itu sendiri . Apabila perusahaan puas dengan orang yang direferensikan maka perusahaan akan memberikan uang jasa kepada karyawan tersebut sebagai penghargaan.
• Pencarian kandidat melalui head hunter memberikan kepuasan yang paling besar karena sekalipun biaya yang dikeluarkan besar, namun orang yang didapat benar-benar memenuhi apa yang diinginkan.
                                                             

                           Tahap-Tahap Perekrutan


a. Interview kuatifikasi Pelamar
b. Melaksanakan Interview Pendahuluan
c. Melaksanakan Tes
d. Melaksanakan Interview untuk seleksi
e. Melihat Referensi
f. Melakukan Penawaran Kerja
g. Melaksanakan Tes Fisik
Subsistem tunjangan
selama bekerja pastilah memerlukan tunjangan yang pastinya akan membuat pekerja merasa dihargai, dengan memberikan gaji tiap bulannya, lalu pemberian penghargaan juga kompensasi eksekutif, dan terkadang, pemberian bonus bagi yang kehadirannya selalu lengkap tanpa ada alasan.
Tunjangan pasti ada pada  setiap perusahaan atau organisasi dll, biasa di berikan kepada karyawan,pekerja,pegawai  yg rajin & yg sudah lama bekerja dan bisa juga bagi seluruh karyawan ataupun pekerja  tanpa terkecuali.
Contoh:
PNS: mendapat tunjangan seumur hidub , selama dia masih mengabdi ataupun sudah pensiun. Dan mendapatkan kendaraan pribadi untuk kerja dari pemerintah tetpai bukan untuk Hak milik.
Karyawan: mendapatkan biaya tambahan apabila jam kerjanya di lebihkan ( Lembur) dan                mendapatkan kenaikan gaji bila kerjaan yg di lakukan memuaskan.
Pegawai toko: mendapatkan uang dan bingkisan dari pemilik toko ketika akan lebaran




M.ROZAN KHAZIMI ( Sistem Informasi Manufaktur )

Nama:  M.ROZAN KHAZIMI
Kelas : 2P52
N.I.M: 13.230.0112

Tujuan Penjadwalan produksi batik antara lain :
1. Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggu sehingga total waktu proses berkurang dan produktivitas dapat meningkat.
2. Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian ketika sumber daya masih mengerjakan tugas yang lain.
3. Mengurangi beberapa keterlambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu penyelesaian sehingga akan meminimasi biaya keterlambatan.
4. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan pabrik dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindari.
Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Batik:

Kain  
Bahan baku yang paling tepat untuk membuat kain batik adalah: 

·                     Kapas
·                     Sutera
·                     Rayon 
·                     dan lain-lain. 
Meskipun demikian, pada jaman sekarang proses membuat kain batik dapat dilakukan di atas kain berbahan serat tiruan. Penggunaan katun, yaitu kain yang terbuat dari benang kapas, sebagai bahan utama kain batik, mulai diguna-kan sekitar abad 17. Pada masa berikutnya digunakanlah mori (sebutan umum dunia batik untuk kain putih sebagai bahan baku membuat kain batik). 

Selain mori sebagai bahan baku, pembuatan kain batik juga menggunakan bahan pembantu berupa malam atau lilin batik sebagai bahan perintang dan pewarna. Malam atau lilin batik sebagai bahan perintang dalam proses pembatikan digunakan untuk menutup hiasan sehingga membebaskannya dari bahan pewarna ketika dilakukan proses pencelupan. 
Lilin batik merupakan campuran dari beberapa macam bahan, antara lain: 

·                     Parafin
·                     Kote (lilin lebah)
·                     Gondorukem
·                     Damar “mata kucing”
·                     Microwax
·                     Lilin gladhangan (lilin bekas)
·                     Minyak kelapa atau lemak hewan. 
catatan : Kecuali microwax, semua bahan tersebut dapat diperoleh di dalam negeri.

Warna
Bahan pewarna pada proses pewarnaan bisa terbuat dari bahan alami (nabati) dan pewarna buatan (kimia). 
Zat pewarna alami dapat berasal dari : 
·                     Daun
·                     Kulit kayu
·                     Pokok kayu
·                     Akar pohon atau umbi. 

Contoh pewarna nabati adalah: 
·                     Daun nila untuk pewarna biru atau biru-hitam
·                     Akar pohon mengkudu untuk warna merah
·                     Kayu tegeran atau kunyit untuk warna kuning
·                     Kulit kayu tingi untuk warna merah-coklat
·                     Kayu soga untuk warna coklat. 

Semua bahan pewarna alami dapat diperoleh di dalam negeri, sedangkan zat pewarna buatan sampai saat ini masih didatangkan dari luar negeri, antara lain dari Jerman (Hoechst), Inggris (ICI), Swiss (CIBA), Perancis (Francolor), Amerika (Du Point), dan Italy (ACNA).

Penentuan kapasitas produksi kapasitas produksi menjadi sangat penting bagi perusahaan dalam rangka mengukur tingkat kemampuan dalam memproduksi sejumlah unit. Ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaaan untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam kesanggupan menerima pasanan. 12 Dalam menyelesaikan produksi, perusahaan harus menetapkan waktu yang dicapai untuk menyelesaikan proses produksi tersebut. Setelah paneliti mengadakan penelitian, diperoleh bahwa untuk menyelesaikan 634 potong pakaian batik motif kembang api. Perusahaan menetepkan waktu 14 hari. Selama ini perusahaan menetepkan 6 hari kerja bagi karyawan dalam 1 minggu dengan 8 jam 45 menit jam karja (8 jam kerja dan 45 menit istirahat) selama sehari. Waktu lembur kerja disesuaikan dengan jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan.

Berbagai Macam Teknik Membatik:


Ada beberapa teknik membatik berdasarkan penggunaan alat :
 membatik dengan canting tulis
1.    Teknik Canting Tulis, adadlah teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Canting terbuat dari tembaga ringan yang berbentuk seperti teko kecil dengan corong di ujngnya. Canting berfungsi untuk menorehkan cairan malam / lilin pada pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna, bagian yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting tulis sepeti ini disebut teknik membatik traisional (.)


hasil dari batik celup yang dituangkan dalam busana kaos
2. Teknik Celup Ikat, merupakan pembuatan motif pada kain dengan cara mengikat sebagian kain, kemudian kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Bagian kaian yang diikat atau ditutup lilin tidak akan terkena bahan pewarna. Setelah diangkat dari larutan pewarna kemudian  ikatan dibuka maka bagian yang diikat tidak berwarna. Bagian tersebut tetap berwarna putih. Motif inilah yang disebut motif dalam bentuk negatif atau klise (.)
membuat batik  dengan teknik cap
3. Teknik Printing atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap merupakan kepingan logam atau pelat berisi gambar yanng agak menonjol. Permukaan ccanting cacp yang menonjol dicelupkan ke dalam cairan malam (lilin batik). Selanjutnya canting cap dicapkan pada kain /mori. Canting cap akan meninggalkan motif. Motif inilah yanng disebut klise. Canting cap membuat proses pemalaman lebih cepat. Oleh karena itu, teknik printing dapat menghasilkan kain batik yang lebih benyak dalam waktu yang lebih singkat (.)

membuat batik dengan teknik Coletan
4. Teknik Colet, yaitu motif batik yang dihasilkan dengan teknik colet tidak berupa klise. Teknik colet disebut juga teknik lukis, yaitu cara mewarnai pola batik dengan  mengoleskan cat atau pewarna pada kain jenis tertentu pada pola batik dengan alat khusus atau dengan kuas (.)
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

A.Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh PT. Mutiara Batik sebanyak 243 orang karyawan yang masing-masing dibagi kedalam 14 bagian, yaitu :

1) Line 1 : 30 orang
2) Line 2 : 37 orang
3) Line 3 : 33 orang
4) Line 4 : 33 orang
5) Sample : 14 orang
6) Pola : 4 orang
7) Cutting : 7 orang
8) QC : 16 orang
9) Finishing : 25 orang
10) Progres : 3 orang
11) Warehouse : 4 orang
12) Satpam : 5 orang
13) Umum : 5 orang
14) Staff : 17 orang

B. Sistem perekrutan dan pemberhentian karyawan Perekrutan karyawan baru pada Mutiara Batik garment dilakukan dengan menjalankan kebijakan antara lain :
1) Memberitahukan kepada karyawan apabila ada famili / teman yang mempunyai minat untuk bekerja.
2) Pelamar datang sendiri Hal ini merupakan sumber tenaga kerja yang baik dan
mudah karena perusahaan tidak perlu mencari calon karyawan. Pemutusan hubungan kerja di Mutiara Batik dapat terjadi apabila terdapat alasan yang tepat, yang mengharuskan pemutusan hubungan kerja dilaksanakan 4 berdasarkan pada peraturan pemerintah yang berlaku dengan tidak merugikan karyawan yang diberhentikan.
Pemutusan hubungan kerja dilakukan apabila :
a). Usia pekerja sudah lanjut sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan.
b). Cacat.
c). Meninggal dunia.
d). Mengundurkan diri.

C. Waktu kerja:
Hari kerja : Senin-Sabtu
Hari libur : Minggu dan hari-hari besar lainnya.
Jam kerja : 07.15 – 16.00 WIB
Istirahat : 11.30 – 12.15 WIB
Lembur : Tidak pasti

D. Sistem pengupahan karyawan
Pengupahan adalah suatu bentuk pemberian upah / gaji yang berbentuk uang yang diberikan atas hasil kerja karyawan. Demikian juga pada perusahaan ini sistem pemberian upah diberikan berdasarkan upah bulanan. Upah / gaji yang diberikan oleh perusahaan setiap akhir bulan.

Persiapan alat / mesin:
Mempersiapkan alat yang digunakan untuk proses cutting
dan mesin jahit yang akan digunakan untuk proses sewing.

Laela Khikmawati (Peramalan Penjualan)


SISTEM INFORMASI PEMASARAN
(PERAMALAN PENJUALAN)

Dengan adanya peramalan penjualan produk di suatu perusahaan,maka manajemen perusahaan tersebut akan dapat melangkah kedepan dengan lebih pasti.Atas dasar peramalan penjualan yang disusun ini manajemen perusahaan akan dapat memperoleh gambaran tentang keadaan masa depan perusahaan. Gambaran keadaan penjualan pada waktu yang akan datang ini sangat penting bagi manajemen perusahaan, karena kebijakan perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh besarnya penjualan produk perusahaan tersebut.
Pada umumnya hasil dari suatu peramalan penjualan akan dikonversikan menjadi rencana penjualan dengan memperhitungkan berbagai hal berikut :
  1. Pendapat manajemen 
  2. Strategi-strategi yang direncanakan 
  3. Keterkaitan dengan sumber daya 
  4. Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan
Dalam menjalankan usahanya perusahaan biasanya melakukan 2 pendekatan, yakni
1.    Speculative Approach (pendekatan spekulasi )
Di mana perusahaan tidak memperhitungkan resiko yang diakibatkan oleh ketidak-pastian faktor-faktor intern dan ekstern.
2.    Calculated Risk Approach ( pendekatan penghitungan risiko )
Di mana perusahaan secara aktif melakukan estimasi terhadap resiko yang diakibatkan oleh ketidak-pastian faktor-faktor ekstern dan intern.
   
Faktor internal (faktor yang dapat di kuasai), seperti misalnya:
1.      Kualitas dan kegunaan produk yang terdiri dari :
a.       Bagaimana produk di pakai
b.      mengapa orang membeli produk tersebut
c.       penggunaan potensial produk
d.      perubahan yang dapat menaikan kegunaan produk.
2.      Ongkos produksi dan distribusi produk.
a.       Proses pembentukan produk
b.      Teknologi yang di pakai
c.       Bahan mentah yang di pakai
d.      Kapasitas produksi.
3.      Kecakapan manajemen (management skill)  yang terdiri atas :
a.       Penghayatan persoalan yang di hadapi
b.      Kemampuan melihat reaksi pesaing
c.       Kemampuan Melakukan Forecast

Faktor eksternal (faktor yang tidak dapat di kuasai). Seperti misalnya:
  1.  Kecakapan management pesaing. 
  2. Volume kegiatan perekonomian yang di tentukan oleh : Konsumen, manager lain (produsen lain) spekulator, peraturan hukum, keadaan politik kondisi lingkungan, kehidupan organisasi ekonomi.
  3.  Barang substitusi 
  4. Selera masyarakat 
  5. Faktor lain  seperti : konflik politik, iklim dan perubahan pemakaian produk, banyak perusahaan yang keluar masuk dalam produk
Peramalan penjualan merupakan pendekatan yang berbasis dengan memperhitungkan risiko yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang. Peramalan penjualan merupakan pusat dari seluruh perencanaan perusahaan yang menggambarkan potensi penjualan serta luas pasar yang akan dikuasai di masa yang akan datang.

  1. INPUT
    a.       Teknik Peramalan (model Kuantitatif atau Kualitatif) 
    b.      Item yang diramalkan 
    c.       Satuan yang digunakan
    d.      Pengecualian dan situasi khusus
  2. PROSES
    Agar Peramalan dapat memberikan hasil yang memuaskan, maka haruslah mengikuti prosedur atau langkah – langkah yang telah ditetapkan dalam Peramalan.
    Dengan mengikuti setiap langkah yang telah ditetapkan paling tidak dapat menghindari kesalahan yang tidak perlu, sehingga hasil Peramalan tidak perlu diragukan. Secara umum langkah – langkah yang dilakukan dalam Peramalan sebagai berikut : 
    a.       Mengumpulkan Data
    b.      Mengolah Data
    c.       Menentukan Metode Peramalan
    d.      Memproyeksikan Data
    e.       Mengambil Keputusan

  3. OUTPUTa.       Strategi-strategi yang direncanakan 
    b.      Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan