Selasa, 15 April 2014

ANNISA RIMADHANI (SIMA_PERBAIKAN)



NAMA           : Annisa Rimadhani
KELAS          : 2P52
NIM               : 13.230.0113


SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
MUTIARA BATIK


ALAT DAN BAHAN MEMBUAT BATIK

1) Gawangan
Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.
2) Bandul
 Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.
3) Wajan

Wajan adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.
4) Kompor
Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, anglo yang menggunakan arang, dan lain-lain. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.
5) Taplak
Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembatik agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik.

6) Saringan Malam
Saringan adalah alat untuk menyaring malam panas yang memiliki banyak kotoran. Jika malam tidak disaring, kotoran dapat mengganggu aliran malam pada ujung canting. Sedangkan bila malam disaring, kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam pada ujung canting sewaktu digunakan untuk membatik.
Ada bermacam-macam bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.
7) Canting
Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Saat ini, canting perlahan menggunakan bahan teflon.
8) Mori
Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan.
Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional. Ukuran tradisional tersebut dinamakan kacu. Kacu adalah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar.
Jadi, yang disebut sekacu adalah ukuran persegi mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Oleh karena itu, panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.Namun di masa kini, ukuran tersebut jarang digunakan. Orang lebih mudah menggunakan ukuran meter persegi untuk menentukan panjang dan lebar kain mori. Ukuran ini sudah berlaku secara nasional dan akhirnya memudahkan konsumen saat membeli kain batik. Cara ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan digunakan untuk menyamakan persepsi di dalam sistem perdagangan.
9) Malam (Lilin)
Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.
10) Dhingklik (Tempat Duduk)
Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.
11) Pewarna Alami
Pewarna alami adalah pewarna yang digunakan untuk membatik. Pada beberapa tempat pembatikan, pewarna alami ini masih dipertahankan, terutama kalau mereka ingin mendapatkan warna-warna yang khas, yang tidak dapat diperoleh dari warna-warna buatan. Segala sesuatu yang alami memang istimewa, dan teknologi yang canggih pun tidak bisa menyamai sesuatu yang alami.
Itulah jenis perlengkapan membatik yang harus ada. Proses membatik memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih kalau kain yang dibatik sangat luas dan coraknya cukup rumit.


PROSES PEMBUATAN BATIK
Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan batik:
1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

PERAWATAN BATIK
Perawatan dan penggantian fasilitas produksi batik dilakukan dalam rangka mempertahankan tingkat produktivitas mesin dan peralatan lainnya. Untuk menunjang kegiatan ini perlu disusun jadwal rutin mengenai saat perawatan sesuai dengan kemampuan tenaga kerja bagian servis tetapi jangan smpai baru diperiksa kalau sudah mengalami kerusakan berat. Jadi perawatan ini merupakan usaha pencegahan (pretentif), jangan sampai suatu mesin sudah rusak berat pada saat dilakukan pemeriksaan.
Perawatan dan penggantian fasilitas produksi membutuhkan dana yang besar karena biasanya menyangkut mesin dan peralatan operasi kegiatan produksi batik dimana dana yang diinvestasikan tersebut berjumlah besar dan jangka waktu pengembaliannya relatif lama.
Kapan suatu mesin perlu diganti atau hanya cukup dipelihara saja, ini biasanya tergantung pada kerusakannya dan hasil kualitas produksi batik yang diproduksinya apakah mempunyai standar kualitas yang sama atau tidak serta bagaimana dilihat dari sudut untung ruginya (secara ekonomis) apakah lebih menguntungkan diperbaiki sja atau diganti mesin/peralatan yang baru.
Jadi kegiatan perusahaan ini sangat tergantung pada pertimbanga-pertimbangan:
-          Dana yang tersedia pada perusahaan.
-          Kebijaksanaan yang diambil perusahaan
-          Standar kualitas produk
-          Kemampuan tenaga kerja bagian servis, dsb
Perawatan ini termasuk dalam bagian kualitas karena gangguan proses yang terbesar di lantai produksi adalah karena masalah perawatan mesin. Proses perawatan ini berhubungan dengan umur ekonomis mesin, sekaligus berhubungan dengan lamanya perawatan yang dilakukan. Informasi mengenai proses perawatan akan sangat mendukung penjadwalan produksi, sehingga tidak terlalu banyak preemption (penghentian proses) dalam setiap stasiun kerja.
Proses produksi yang terjadi di setiap stasiun kerja perlu didokumentasi agar nantinya dapat menjadi informasi, stasiun kerja mana yang paling berpengaruh terhadap kualitas produk saat ini. Penentuan ini dapat dilakukan dengan pencatatan produk cacat yang terjadi di setiap stasiun kerja. Kualitas sebuah produk sangat ditentukan oleh keinginan konsumen. Konsumen memiliki standar kepuasan yang diterjemahkan ke dalam spesifikasi yang menjadi tolak ukur kualitas produk. Dokumentasi spesifikasi produk yang dihasilkan dapat menjadi tolak ukur kualitas proses produksi yang sedang berjalan saat ini. Informasi mengenai spesifikasi produk yang ada saat ini pun dapat menjadi pemikiran strategis untuk kebijakan perusahaan di masa mendatang.



Di samping itu baju batik dan kain batik juga memerlukan perawatan khusus agar terjaga kualitasnya sepanjang waktu. Pembuatan batik tulis, dilakukan dengan cara tradisional dengan menggunakan tangan secara langsung tanpa bantuan mesin. Canting adalah alat untuk melukis diatas permukaan kainnya. Jangan kaget jika pada saat pencucian pertama sampai ketiga maka sisa air pencucian pada kain batik kita agak kecoklat-coklatan,  hal tersebut karena  terjadi proses pelepasan residu dari proses pewarnaan batik tersebut. Tetapi perlu diketahui bahwa proses pelepasan residu tersebut tidak mempengaruhi kualitas warna batik kita, karena proses tadi bukan merupakan proses pelunturan warna.

Tips merawat batik tulis:


1.
Hindari penggunaan sabun deterjen, karena sifatnya terlalu keras dalam mengikis warna yang menempel pada kain.

2. Mencuci dengan cairan khusus yang banyak dijual di pasaran (lerak) atau shampoo. Larutkan air sampo sehingga tidak ada bagian yang mengental, sehingga tidak merusak warna kain .

3. Mencuci kain batik cukup dengan dikucek lembut, terutama pada bagianyang kotor saja. Tidak perlu diperas, cukup ditarik bagian ujung-ujungnya saja agar kain batik lurus kembali.

4. Hindari menjemur kain/baju batik di tempat yang langsung terkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat teduh atau diangin-anginkan saja.

5. Hindari menyetrika langsung kain/baju batik  (setrika bagian dalamnya saja) atau lapisi dengan kain lain pada saat disetrika.

6. Hindari menyemprot langsung kain/baju batik dengan parfum atau pengharum badan yang lainnya, karena akan merusak warna pada corak batik.

7. Pada saat menyimpan kain/baju batik di lemari, hindari menggunakan kapur barus dan sejenisnya, karena akan merusak kain. Untuk mengusir ngengat gunakan lada yang dibungkus dengan tissue, letakkan di sudut lemari pakaian.




PENGENDALIAN BENGKEL KERJA

  Pengendalian persediaan bahan baku
Bahan baku merupakan salah satu faktor pembentuk terjadinya barang jadi sehhingga segala sesuatu yang menyangkut bahan baku harus benar-benar diperhatikan. Masalah tersebut diantaranya:
-          Bagaimana  jumlah bahan baku yang tersedia  tidak kurang karena akan mengganggu jalannya proses produksi.
-          Bagaiman bahan baku agar jangan terlalu berlebihan karena merupakan pemborosan kalau terlalu lama.
-          Bagaiman agar biaya ekstra yang digunakan untuk memesan bahan baku yang  kurang (karena mengejar target jumlah produksi dan kapasitas mesin yang terpakai) tidak terlalu merugikan dan sebagainya.
Dengan adanya pengendalian bahan baku maka perusahaan akan berusaha untuk menyediakan bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi sedemikian rupa agar berjalan dengan lancar tanpa terjadi kekuarangan persediaan atau kelebihan persediaan.
Ada suatu cara untuk menentukan berapa sebenarnya jumlah bahan baku yang perlu disediakan perusahaan dengan biaya yang paling minimun (dalam arti paling menguntungkan perusahaan). Caranya adalah dengan menggunakan analisa EOQ (Economical Order Quantity). Dengan kata lain perusahaan perusahaan kan mempunyai persediaan yang paling menguntungkan jikamelakukan pemesanan yang ekonomis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi EOQ adalah sebagai berikut:

-      Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun (B)
-          Biaya pemesanan (BP)
-          Biaya penyimpanan (BS)
-          Harga bahan baku (H)

Rumus EOQ adalah:


Jumlah pemesan ekonomis = 2 X B X BP dibagi H X BS
                                               



PENGENDALIAN KUALITAS BATIK
Dalam produksi batik ini tetap meningkatkan ragam desain corak batik, meningkatkan daya saing dengan batik daerah lain serta meningkatkan kualitas untuk menentukan barang-barang yang rusak dan diusahakan mengurangi serta mempertahankan pasokan barang-barang yang sudah baik kemudian mengontrol agar hasil produksi di waktu yang akan datang tidak lagi mengalami penurunan kualitas dan kerusakan.
Untuk menentukan apakah barang tersebut rusak atau lebih baik mutunya, maka produksi kami menentukan produk standar. Sehingga pengendalian kualitas itu dilakukan sejak awal proses. Barang dalam proses sampai barang jadi sehingga sejak awal perusahaan dapat menelusuri pada tahap proses yang menyebabkan terjadinya kerusakan barang. Proses yang perlu didokumentasi dalam subsistem ini adalah kontrol proses (Process Control), Perawatan (Maintenance), dan Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Masih banyak hal lain yang perlu didokumentasi, namun secara keseluruhan, tiga proses ini dapat mencerminkan kualitas produk yang dihasilkan.
 Jika pengendalian proses baik maka perusahaan akan beruntung karena mempunyai andil dalam meminimunkan biaya proses produksi sebagai berikut:
- Menentukan standar kualitas baik dalam hal ukuran, daya tahan, warna, bentuk, harga dsb dengan memakai peralatan yang standar.
- Mencari pemeriksa atau controler yang mempunyai kecakapan yang dibutuhkan baik mengenai pemakaian peralatan maupun pemeliharaannya.
- Tujuan pengendalian kualaitas adalah untuk meminimunkan biaya proses produksi sehingga dananya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.
Kualitas Produk Batik.
Kenyataan menunjukan bahwa konsumen tidak hanya memilih produk batik yang harganya murah namun juga produk batik yang berkualitas, oleh sebab itu baik buruknya suatu sistem produksi juga diukur dari kualitas produk batik yang dihasilkan. Ukuran kualitas produk batik  disini disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara teknologi semata.
Kualitas Produksi Batik
Manajer produksi bertanggungjawab atas kualitas dari barang / jasa yang dihasilkan, oleh sebab itu manajer produksi wajib untuk melakukan kegiatan – kegiatan agar produk batik yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

PENGENDALIAN PROSES
Metode yang digunakan produksi kami yaitu mengelola, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, mesin, tenaga kerja) ke dalam suatu arus aliran yang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat mungkin.
Pengendalian proses produksi batik:
-  Order Control: Perusahaaan yang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan operasionalnya juga tergantunmg pada pesanan tersebut.
-   Follow Control: Perusahaan yang  beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.
Pengendalian keduanya bertujuan sama bagaimana jangka waktu arus material apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan demikian juga bagaimana transportasi dari pabrik proses produksi) ke gudang dan dari gudang ke tempat penyimpanan.
 Tahap dalam pengendalian produksi batik:
1.      Production forecasting
Peramalan produksi batik untuk mengetahui jumlah dan manfaat produksi yang akan dibuat di masa yang akan datang,sehingga jika terjadi penyimpangan akan cepat diadakan penyesuaian produksi di masa yang akan datang.
Produksi batik kami menyusun anggaran operasionalnya untuk pedoman kerja, penggunaan kapasitas produksi seoptimal mungkin, menstabilkan kesempatan kerja karena erdapanya kestabilan dan kepastian jumlah produksi dimasa yang akan datang.
2.      Routing
Menentukan urutan-urutan proses dan penggunaan alat produksi batik dari bahan mentah sampai menjadi produk akhir, sehingga sebelum produksi dimulai masalah sudah tercantum pada rout sheet.
3.       Schedulling.
Membuat jadwal proses produksi batik sebagai satu kesatuan dari awal proses sampai selesai proses produksi batik . Scehedulling ini dilaksanakan untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan setiap tahap pemrosesan sesuai dengan urutan- urutan routenya. Sehingga untuk membantu keberhasilan tahap ini melakukan “time and mention study” sehingga dapat ditentukan standar hasil kerjanya.
4.      Dipatching
Memberikan perintah untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan routing dan schedulling yang dibuat.
5.      Follow up
Menghilangkan terjadinya penundaan/keterlambatan kerja dan mendorong terkoordinasinya pelaksaan kerja.

PENGENDALIAN MESIN DAN ROBOTIKA
Membuat batik dengan cara ditulis menggunakan tangan memang seringkali menghabiskan banyak waktu. Selain itu proses ini membutuhkan ketelitian dan ketelatenan tingkat tinggi higga akhirnya bisa menghasilkan suatu karya yang yang sangat luar biasa. Satu hal menjadi alasan para pengrajin batik adalah ketika mereka membuat batik dengan cara ditulis tangan maka hasilnya akan jauh lebih baik. kondisi ini pulalah yang akhirnya menjadi inspirasi banyak pkihak untuk menciptakan mesin batik tulis yang bisa digunakan untuk membantu para pengrajin batik sehingga bisa menghasilkan batik dengan cara yang lebih cepat, mudah dan yang paling penting lagi adalah hasilnya tetap bagus.
Mesin pembuat batik itu sendiri sebenarnya merupakan robot yang memanfaatkan teknologi komputer yang disebut dengan computer numeric control (CNC). Mesin ini diharapkan mampu menjadi produk yang benar-benar mampu membantu para pengrajin batik dalam menciptakan karya batik. Dengan adanya produk ini pastinya akan banyak memudahkan berbagai pekerjaan dalam rangka melestarikan kebudayaan batik.
Sistem kerja mesin batik tulis
Mesin ini seperti mesin printer. Untuk mendapatkan motif, maka harus membuat design motif dengan menggunakan Software Corel Draw atau mungkin Paint Windows. Untuk memfungsikan canting mesin, kami harus memanaskannya hingga suhu sekitar 80 derajat. Dengan harga mesin mulai 40 sampai dengan 80 juta , maka para pengrajin batik kami sudah bisa memanfaatkan mesin ini.
Selain itu membatik bisa dilakukan lebih cepat dari pada dengan cara manual menggunakan mesin batik kelowong. Dengan cara manual membatik pola membutuhkan waktu dua-lima hari. Tetapi dengan mesin ini dapat selesai dalam waktu lima jam. Mesin ini bekerja menggantikan manusia dalam proses nglowong, yaitu meletakkan malam di kain dengan canting sesuai pola yang telah dibuat.
Mesin ini dilengkapi dengan canting yang telah dimodifikasi layaknya tinta di mesin printer. Canting berbentuk seperti tabung mini dan dapat diisi dengan malam yang telah dipotong-potong kecil. Malam dipanaskan di dalam  mesin dengan suhu tertentu sehingga tidak mudaah membeku. Mesin ini akan disempurnakan setelah melalui beberapa kali uji coba, untuk pemasarannya  menunggu rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan mendapat hak paten dari Kementerian Perdagangan.
Hasil dari mesin ini tentunya lebih unggul dari yang dihasilkan  batik secara manual.

   



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar