Selasa, 01 April 2014

M.ROZAN KHAZIMI ( Sistem Informasi Manufaktur )

Nama:  M.ROZAN KHAZIMI
Kelas : 2P52
N.I.M: 13.230.0112

Tujuan Penjadwalan produksi batik antara lain :
1. Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggu sehingga total waktu proses berkurang dan produktivitas dapat meningkat.
2. Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian ketika sumber daya masih mengerjakan tugas yang lain.
3. Mengurangi beberapa keterlambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu penyelesaian sehingga akan meminimasi biaya keterlambatan.
4. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan pabrik dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindari.
Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Batik:

Kain  
Bahan baku yang paling tepat untuk membuat kain batik adalah: 

·                     Kapas
·                     Sutera
·                     Rayon 
·                     dan lain-lain. 
Meskipun demikian, pada jaman sekarang proses membuat kain batik dapat dilakukan di atas kain berbahan serat tiruan. Penggunaan katun, yaitu kain yang terbuat dari benang kapas, sebagai bahan utama kain batik, mulai diguna-kan sekitar abad 17. Pada masa berikutnya digunakanlah mori (sebutan umum dunia batik untuk kain putih sebagai bahan baku membuat kain batik). 

Selain mori sebagai bahan baku, pembuatan kain batik juga menggunakan bahan pembantu berupa malam atau lilin batik sebagai bahan perintang dan pewarna. Malam atau lilin batik sebagai bahan perintang dalam proses pembatikan digunakan untuk menutup hiasan sehingga membebaskannya dari bahan pewarna ketika dilakukan proses pencelupan. 
Lilin batik merupakan campuran dari beberapa macam bahan, antara lain: 

·                     Parafin
·                     Kote (lilin lebah)
·                     Gondorukem
·                     Damar “mata kucing”
·                     Microwax
·                     Lilin gladhangan (lilin bekas)
·                     Minyak kelapa atau lemak hewan. 
catatan : Kecuali microwax, semua bahan tersebut dapat diperoleh di dalam negeri.

Warna
Bahan pewarna pada proses pewarnaan bisa terbuat dari bahan alami (nabati) dan pewarna buatan (kimia). 
Zat pewarna alami dapat berasal dari : 
·                     Daun
·                     Kulit kayu
·                     Pokok kayu
·                     Akar pohon atau umbi. 

Contoh pewarna nabati adalah: 
·                     Daun nila untuk pewarna biru atau biru-hitam
·                     Akar pohon mengkudu untuk warna merah
·                     Kayu tegeran atau kunyit untuk warna kuning
·                     Kulit kayu tingi untuk warna merah-coklat
·                     Kayu soga untuk warna coklat. 

Semua bahan pewarna alami dapat diperoleh di dalam negeri, sedangkan zat pewarna buatan sampai saat ini masih didatangkan dari luar negeri, antara lain dari Jerman (Hoechst), Inggris (ICI), Swiss (CIBA), Perancis (Francolor), Amerika (Du Point), dan Italy (ACNA).

Penentuan kapasitas produksi kapasitas produksi menjadi sangat penting bagi perusahaan dalam rangka mengukur tingkat kemampuan dalam memproduksi sejumlah unit. Ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaaan untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam kesanggupan menerima pasanan. 12 Dalam menyelesaikan produksi, perusahaan harus menetapkan waktu yang dicapai untuk menyelesaikan proses produksi tersebut. Setelah paneliti mengadakan penelitian, diperoleh bahwa untuk menyelesaikan 634 potong pakaian batik motif kembang api. Perusahaan menetepkan waktu 14 hari. Selama ini perusahaan menetepkan 6 hari kerja bagi karyawan dalam 1 minggu dengan 8 jam 45 menit jam karja (8 jam kerja dan 45 menit istirahat) selama sehari. Waktu lembur kerja disesuaikan dengan jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan.

Berbagai Macam Teknik Membatik:


Ada beberapa teknik membatik berdasarkan penggunaan alat :
 membatik dengan canting tulis
1.    Teknik Canting Tulis, adadlah teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Canting terbuat dari tembaga ringan yang berbentuk seperti teko kecil dengan corong di ujngnya. Canting berfungsi untuk menorehkan cairan malam / lilin pada pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna, bagian yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting tulis sepeti ini disebut teknik membatik traisional (.)


hasil dari batik celup yang dituangkan dalam busana kaos
2. Teknik Celup Ikat, merupakan pembuatan motif pada kain dengan cara mengikat sebagian kain, kemudian kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Bagian kaian yang diikat atau ditutup lilin tidak akan terkena bahan pewarna. Setelah diangkat dari larutan pewarna kemudian  ikatan dibuka maka bagian yang diikat tidak berwarna. Bagian tersebut tetap berwarna putih. Motif inilah yang disebut motif dalam bentuk negatif atau klise (.)
membuat batik  dengan teknik cap
3. Teknik Printing atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap merupakan kepingan logam atau pelat berisi gambar yanng agak menonjol. Permukaan ccanting cacp yang menonjol dicelupkan ke dalam cairan malam (lilin batik). Selanjutnya canting cap dicapkan pada kain /mori. Canting cap akan meninggalkan motif. Motif inilah yanng disebut klise. Canting cap membuat proses pemalaman lebih cepat. Oleh karena itu, teknik printing dapat menghasilkan kain batik yang lebih benyak dalam waktu yang lebih singkat (.)

membuat batik dengan teknik Coletan
4. Teknik Colet, yaitu motif batik yang dihasilkan dengan teknik colet tidak berupa klise. Teknik colet disebut juga teknik lukis, yaitu cara mewarnai pola batik dengan  mengoleskan cat atau pewarna pada kain jenis tertentu pada pola batik dengan alat khusus atau dengan kuas (.)
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

A.Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh PT. Mutiara Batik sebanyak 243 orang karyawan yang masing-masing dibagi kedalam 14 bagian, yaitu :

1) Line 1 : 30 orang
2) Line 2 : 37 orang
3) Line 3 : 33 orang
4) Line 4 : 33 orang
5) Sample : 14 orang
6) Pola : 4 orang
7) Cutting : 7 orang
8) QC : 16 orang
9) Finishing : 25 orang
10) Progres : 3 orang
11) Warehouse : 4 orang
12) Satpam : 5 orang
13) Umum : 5 orang
14) Staff : 17 orang

B. Sistem perekrutan dan pemberhentian karyawan Perekrutan karyawan baru pada Mutiara Batik garment dilakukan dengan menjalankan kebijakan antara lain :
1) Memberitahukan kepada karyawan apabila ada famili / teman yang mempunyai minat untuk bekerja.
2) Pelamar datang sendiri Hal ini merupakan sumber tenaga kerja yang baik dan
mudah karena perusahaan tidak perlu mencari calon karyawan. Pemutusan hubungan kerja di Mutiara Batik dapat terjadi apabila terdapat alasan yang tepat, yang mengharuskan pemutusan hubungan kerja dilaksanakan 4 berdasarkan pada peraturan pemerintah yang berlaku dengan tidak merugikan karyawan yang diberhentikan.
Pemutusan hubungan kerja dilakukan apabila :
a). Usia pekerja sudah lanjut sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan.
b). Cacat.
c). Meninggal dunia.
d). Mengundurkan diri.

C. Waktu kerja:
Hari kerja : Senin-Sabtu
Hari libur : Minggu dan hari-hari besar lainnya.
Jam kerja : 07.15 – 16.00 WIB
Istirahat : 11.30 – 12.15 WIB
Lembur : Tidak pasti

D. Sistem pengupahan karyawan
Pengupahan adalah suatu bentuk pemberian upah / gaji yang berbentuk uang yang diberikan atas hasil kerja karyawan. Demikian juga pada perusahaan ini sistem pemberian upah diberikan berdasarkan upah bulanan. Upah / gaji yang diberikan oleh perusahaan setiap akhir bulan.

Persiapan alat / mesin:
Mempersiapkan alat yang digunakan untuk proses cutting
dan mesin jahit yang akan digunakan untuk proses sewing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar