Minggu, 01 Desember 2013

INEKE PERMATA ANGGUN

NAMA : INEKE PERMATA ANGGUN
KELAS : 1P52
NIM : 13.230.0090


TUGAS PTI
ANTENA HELICAL


Antena Helical / Heliks
1.      Pendahuluan
Dalam era globalisasi saat ini, pertukaran informasi telah menjadi bagian yang sangat penting bagi setiap kehidupan. Pertukaran informasi ini tidak hanya terjadi pada lokasi yang berdekatan saja, tetapi mengglobal keseluruh penjuru dunia. Hal ini dapat dimungkinkan dengan makin tumbuhnya teknologi internet dan jaringan komputer, baik yang memanfaatkan media kabel maupun non kabel (wireless) sebagai saluran transmisinya.
Pada proses pengiriman dan penerimaan sinyal informasi ini diperlukan suatu alat yang dapat merubah sinyal gelombang mikro dalam saluran transmisi, menjadi saluran gelombang mikro diudara bebas, demikian pula sebaliknya. Alat seperti ini lazimnya disebut dengan antena. Terdapat berbagai macam jenis antena dengan berbagai dimensi yang berbeda. Setiap dimensi antena yang berbeda memancarkan atau meradiasikan sinyal dengan kekuatan yang berdeda pada tiap arahnya. Prinsip ini dikenal dengan istilah pola radiasi.
Pada komunikasi antar titik dalam jaringan komputer non kabel (wireless) diperlukan antena yang berpola radiasi direksional (spesifik kesuatu arah). Salah satu antena yang dapat digunakan dalam situasi ini adalah antena heliks / helical. Antea heliks mempunyai struktur geometri yang mirip dengan pegas, dengan jarak antar lilitan diameter lilitan, dan jumlah lilitan yang diatur sedemikian rupa.
Ada beberapa karakter penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis antena untuk suatu aplikasi (termasuk untuk digunakan pada sebuah teleskop radio), yaitu pola radiasi, directivity, gain, dan polarisasi. Karakter-karakter ini umumnya sama pada sebuah antena, baik ketika antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima, untuk suatu frekuensi, polarisasi, dan bidang irisan tertentu. Misalnya, David Welkinson (0806322514) ingin membeli antena maka untuk mendapatkan antena yang sesuai dengan fungsi yang dinginkan, ia harus memimilih antena dengan karakter yang sesuai dengan fungsi yang dia inginkan.





·         Pola radiasi
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena, atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola radiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola azimuth).

Kedua pola di atas akan membentuk pola 3-dimensi. Pola radiasi 3-dimensi inilah yang umum disebut sebagai pola radiasi antena dipol. Sebuah antena yang meradiasikan sinyalnya sama besar ke segala arah disebut sebagai antena isotropis. Antena seperti ini akan memiliki pola radiasi berbentuk bola Namun, jika sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana pada arah tersebut distribusi sinyalnya lebih besar dibandingkan pada arah lain, maka antena ini akan memiliki directivity Semakin spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka directivity antena tersebut.

Antena dipol termasuk non-directive antenna. Dengan karakter seperti ini, antena dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang luas. Pada astronomi radio, antena dipol digunakan pada teleskop radio untuk melakukan pengamatan pada rentang High Frekuensi (HF). Bentuk data yang dapat diperoleh adalah variabilitas intensitas sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi. Namun, karena antena dipol tidak memiliki directivity pada arah tertentu, teleskop radio elemen tunggal yang menggunakan antena jenis ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pencitraan.










·         Gain
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan untuk gain adalah desibel.
·         Polarisasi
Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal. Pada astronomi radio, tujuan mengenali polarisasi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi adalah untuk mempelajari medan magnetik dari objek tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola radiasi, yang pertama adalah Half-power Beamwidth (HPBW), atau yang biasa dikenal sebagai beanwidth suatu antena. Dalam astronomi radio, beamwidth adalah resolusi spasial dari sebuah teleskop radio, yaitu diameter sudut minimun dari dua buah titik yang mampu dipisahkan oleh teleskop radio tersebut. Secara teori, beamwidth untuk antena yang berbentuk parabola dapat ditentukan.





















2.      Pengertian dan fungsi
Antena heliks atau helical adalah antena yang terdiri dari kawat konduktor  yang dililitkan pada media penyangga berbentuk helix. Khusus untuk frekuensi di kisaran 2-5 GHz desain ini sangat mudah, dan praktis. Untuk frekuensi sekitar 2,4 GHz dapat digunakan untuk packet radio kecepatan tinggi dan satelit amatir. Antena heliks ini dapat beroperasi dalam satu dari dua mode utama, yakni : mode normal (selebaran) atau mode aksial.
a.       Antena heliks mode normal
Dalam antena heliks mode normal ini diameter dan pitch akan lebih kecil dibandingkan dengan panjang gelombangnya. Antena bertindak sama ke dipol electrik pendek ataupun monopole, dan pola radiasi, yang serupa dengan ini adalah antena omnidirectional, dengan radiasi maksimum pada sudut kanan terhadap sumbu heliks. Radiasi terpolarisasi liniar sejajar dengan sumbu heliksnya.
b.      Antena heliks mode aksial
Berbeda dengan mode normal, pada mode aksial ini dimensi yang dimiliki heliks akan sebanding dengan panjang gelombangnya. Fungsinya sebagai antena directional yang memancarkan sinar dari ujung heliks dan disepanjang sumbu antena, ia memancarkan gelombang radio sirkuler terpolarisasi.
Ada beberapa parameter yang penting dari antena yang perlu untuk diperhatikan, yaitu:
Ø  Beam width ( lebar berkas)
Ø  Gain (penguatan)
Ø  Impedance
Parameter – parameter diatas merupakan fungsi dari banyaknya lilitan (n), jarak antar lilitan (s), dan frekuensi. Untuk jumlah lilitan yang telah ditentukan, sifat dari beamwidth, gain, dan impedance dapat menentukan lebar bandwith. Sementara itu, nilai bandwith juga berhubungan erat dengan circumference dari antena heliks.
Parameter lain yang mempunyai peran penting dalam perancangan antena heliks adalah bentuk dan ukuran dari ground plane, diameter konduktor heliks, struktur penunjang heliks, dan pengaturan feed. Ground plane dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk. Namun umumnya ground plane dibuat dalam bentuk lingkaran atau persegi yang datar atau flat.
Antena heliks dihubungkan dengan saluran transmisi (kabel coaxial) melalui feeder. Pada pemasangan feeder ini, konduktor antena heliks dihubungkan dengan bagian dalam kabel coaxial melalui baagian dalam feeder, sementar bagian luar dari feeder berfungsi menghubungkan bagian luar dari kabel coaxial dengan ground plane.
            Dan ini adalah sebuah gambar dari antena heliks :http://www.radiokomunikasi.info/wp-content/uploads/2012/06/Hellix.jpg














3.      CARA KERJA
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena, atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Polaradiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola azimuth).
Kedua pola di atas akan membentuk pola 3-dimensi. Pola radiasi 3-dimensi inilah yang umum disebut sebagai pola radiasi antena dipol. Sebuah antena yang meradiasikan sinyalnya sama besar ke segala arah disebut sebagai antena isotropis. Antena seperti ini akan memiliki pola radiasi berbentuk bola Namun, jika sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana pada arah tersebut distribusi sinyalnya lebih besar dibandingkan pada arah lain, maka antena ini akan memiliki directivity Semakin spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka directivity antena tersebut.
Antena dipol termasuk non-directive antenna. Dengan karakter seperti ini, antena dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang luas. Pada astronomi radio, antena dipol digunakan pada teleskop radio untuk melakukan pengamatan pada rentang High Frekuensi (HF). Bentuk data yang dapat diperoleh adalah variabilitas intensitas sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi. Namun, karena antena dipol tidak memiliki directivity pada arah tertentu, teleskop radio elemen tunggal yang menggunakan antena jenis ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pencitraan.









4.      Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang antena diatas, khususnya antena heliks / helical, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :
a.       Lebar berkas setengah daya ( Half Power Beamwidth) dari antena heliks sebesar 17o .
b.      Antena heliks mempunyai dua buah mode pola radiasi, mode normal dan mode aksial.
c.       Antena heliks ini baik sekali digunakan pada komunikasi pada jaringan wireless LAN atau dapat juga digunakan sebagai antena pengganti pada komputer yang menggunakan wireless LAN card.
























5.      Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar