Selasa, 22 April 2014

SLAMET PRAWIRO


Nama:slamet prawiro
Nim:13.230.0138
Kelas:2p52

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (Tugas Sistem Informasi Manajemen)
Posted by aditnanda on 28/01/2014
Semua perusahaan besar memeiliki fungsi sumber daya manusia yang menangani banyak proses khusus yang berhubungan dengan personil perusahaan.Sistem konseptual yang digunakan dalam mengelola personil disebut sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system),atau HRIS.
Kegiatan Utama SDM
SDM mendukung area fungsional lain dengan membantu mendapatkan personil untuk melakukan tugasnya,dan menangani semua pencatatan yang berhubungan dengan pegawai dan mantan pegawai.Dalam memenuhi tanggung jawabnya,SDM melaksanakan empat kegiatan utama.
Image
  • Perekrutan dan Penerimaan (recruiting and hiring) : membantu membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan kerja,memberitahukan posisi yang d minta kepada agen kerja swasta maupun pemerintah,melakukan wawancara pemilihan,dan mengurus ujian bagi pegawai.
  • Pendidikan dan Pelatihan : selama periode kepegawaian,SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
  • Manajemen Data : SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai,dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
  • Penghentian dan Administrasi Tunjangan : selama seseorang dipekerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan-tunjangan,dan pembagian keuntungan yang semakin sulit administrasinya.Ketika pegawai berhenti kerja,SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar.Salah satu tujuan wawancara ini untuk belajar bagaimana perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pegawainya di masa datang.Setelah penghentian,SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
Image
Dalam membuat model sistem informasi sumber daya manusia,umumnya menggunakan format yang sama dari subsistem input,database dan subsistem output yang telah digunakan berbagai area fungsional lain.Subsistem input merupakan kombinasi standar dari pengolahan data,penelitian dan intelijen.Dalam banyak perusahaan database ditempatkan pada penyimpanan komputer.Hanya 5,7% dari perusahaan HRSP melaporkan penggunaan database nonkomputer.Subsistem output mencerminkan arus sumber daya personil melalui perusahaan.Berbagai komponen input,penyimpanan dan output membentuk model HRIS.
Subsistem Penelitian Sumber Daya Manusia
Subsistem penelitian sumber daya manusia mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus.Contohnya adalah penelitian suksesi,analisis dan evaluasi jabatan,dan penelitian keluhan.
  1. Penelitian Suksesi (succesion studies) dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang dalam perusahaan yang merupakan calon bagi posisi yang akan tersedia.Mungkin seorang kepala departeme akan pensiun,dan manajemen puncak ingin mengetahui siapa yang dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan ke jabatan itu.
  2. Analisis dan Evaluasi Jabatan (job analysis and evaluation) mempelajari setiap jabatan dalam suatu area untuk menentukan lingkup dan mengidentfikasikan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan.
  3. Penelitian Keluhan (grievance studies) membuat tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan pegawai untuk berbagai alasan.
Subsistem Intelijen Sumber Daya Manusia
Subsistem intelijen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan.Elemen lingkungan yang menyediakan data ini meliputi pemerintah,pemasok,serikat kerja,mayarakat global,masyarakat keuangan,dan pesaing.
  1. Intelijen Pemerintah,pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
  2. Intelijen Pemasok,mencangkup perusahaan seperti perusahan asuransi,yang memberikan employee benefit,dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja,yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru
  3. Intelijen Serikat Pekerja,serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatu kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
  4. Intelijen Masyarakat Global,masyarakat global menyediakan informasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan,pendidikan dan rekreasi.Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal,nasional dan internasional,dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
  5. Intelijen Masyarakat Keuangan,memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perencanaan personil.
  6. Intelijen Pesaing,Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai sumber pegawai baru yang baik,dan mengumpulkan informasi mengenai praktek personalia pesaing,dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk direkrut.
Database Sumber Daya Manusia dari Lingkungan
Ada lebih dari 150 pemasok database riwayat hidup (resume) berbasis komputer yang dapat digunakan perusahaan dalam program perekrutan.Database ini ada dalam 5 kategori :
  1. Database Perusahaan Pencari Eksekutif.Perusahaan pencari eksekutif khususkan diri dalam menemukan pelamar untuk posisi eksekutif,akses ke database perusahaan pencari dibatasi pada perekrut dari perusahaan itu sendiri atau perekrut dari beberapa perusahaan serupa yang membentuk jaringan yang erat.
  2. Database Universitas.Sekitar 200 akademi dan universitas menyediakan database curriculum vitae bagi perekrut sebagai pelayanan bagi mahasiswa yang lulus atau alumni yang mencari pekerjaan.
  3. Database Agen Tenaga Kerja.Beberapa agen tenaga kerja yang besar memiliki database mereka sendiri.Database lain digunakan oleh beberapa agen yang membentuk jaringan.Akses ke database kategori ini lebih bebas daripada akses ke dua jenis sebelumnya.
  4. Database Akses Umum.Database ini tersedia bagi siapa pun dengan bayaran.Salah satu yang terbesar adalah Career Placement Registry yang memiliki akses melalui jaringan DIALOG Information Service.Sekitar 60% curriculum vitae adalah dari mahasiswa.Bayaran untuk akses berkisar $12 untuk mahasiswa sampai $45 untuk calon bagi pekerjaan bergaji $45,000.
  5. Bank Pekerjaan Perusahaan (Corporate Job Banks).Beberapa perusahaan besar seperti IBM,Hewlett-Packard,Travelers,dan Wells Fargo menyimpan database sendiri untuk orang-orang yang dapat bekerja sebagai pegawai sementara.Perusahaan menggunakan bank pekerjaan saat mencari pengganti sementara untuk pegawai tetap yang sakit,cuti hamil,liburan,dan sebagainya.
Database perekrutan seperti ini menggambarkan sistem formal untuk pengumpulan intelijen dari pemasok perusahaan.Sistem formal yang serupa dapat digunakan dengan pemerintah dan masyarakat keuangan.
Sistem Output Sumber Daya Manusia
  • Bentuk dasar Output
Pemakai HRIS biasanya menerima output dalam bentuk laporan periodik dan jawaban atas database queries. Model matematika digunakan dalam beberapa hal, dan ada yang menggunakan sistem pakar.
  • Perangkat lunak HRIS
Perangkat lunak sistem output yang digunakan oleh perusahaan HRSP kadang berbentuk siap pakai (Prewritten) yang dibeli dari pemasok perangkat lunak, atau kadang dikembangkan sendiri oleh perusahaan. Lebih banyak perangkat lunak pesanan (custom) yang dikembangkan bersama oleh sumber daya manusia dan jasa informasi daripada oleh SDM atau jasa informasi sendiri, dan tampaknya sedikit yang diproduksi oleh perusahaan luar.
Enam macam kelompok output dapat dihasilkan oleh sistem informasi sumber daya manusia, yaitu;
  • Subsistem Perencanaan Tenaga Kerja.Merupakan yang dibutuhkan oleh para menejer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri. Tabel di bawah ini mendaftarkan aplikasi dalam subsistem alam urutan berdasarkan jumlah perusahaan yang telah menggunakannya. Tabel ini juga mengidentifikasikan jumlah perusahaan yang dalam proses penerapan aplikasi tersebut, angka pada bagian bawah tabel menunjukkan persentase perusahaan yang memiliki aplikasi operasional. Persentase ini memberikan petunjuk popularitas relatif dari subsistem. Semua subsistem output akan mengikuti format tabel seperti ini
Tabel 1
Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi
Perencanaan Angkatan Kerja
Nama Aplikasi
Sedang digunakan
Sedang dikembangkan
Pembuatan Bagan Organisas
238
58
Peramalan Gaji
237
47
Analisis/evaluasi Jabatan
176
66
Perencanaan6861pemodelan kerja
66
29
Total
785
261
Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 75
Dari tabel diatas, kita dapat melihat bahwa aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji, dan analisis atau evaluasi kerja. Sebagian besar usaha pengembangan tertuju pada analisis atau evaluasi kerjam perencanan dan pembuatan bagan organisasi. Dari semua aplikasi, dua yang paling sedikit diperhatikan, perencanaan dan pemodelan angkatan kerja, nampaknya mendasar bagi perencanaan angkatan kerja. Penggunaan kedua hal ini yang rendah secaara relatif menunjukkan bahwa masih banyak tempat untuk pengembangan aplikasi dalam subsistem ini.
  • Subsistem Perekrutan.Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal dan internal. Informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenga kerja, penjadwalan wawancara, perekruitan, dan analisis rekruitmen. Tabel di bawah ini mengidentifikasikan dua aplikasi perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi, merupakan subsistem output terkecil. Namun, penelusuran pelamar telah diterapkan secara ekstensif dan juga merupakan kegiatan pengembangan yang tinggi. Penelusuran pelamar kerja sebelum mereka dipekerjakan lebih banyak dipraktekkan daripada melakukan pencarian internal untuk menemukan calaon pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa usaha perusahaan untuk mengisi lowogan kerja lebih difokuskan pada lingkungan daripada pegawai yang ada.
Tabel 2
Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi Perekrutan
Nama Aplikasi
Sedang digunakan
Sedang dikembangkan
Penelusuran Pelamar
235
98
Pencarian internal
111
56
Total
346
154
Persentase aplikasi yang sedang digunakan: 69
  • Subsistem Manajemen Angkatan Kerja, Merupakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia didalam organisasi. Informasi-informasi meliputi informasi-informasi pelatihan, penilaian atau evalusi kerja, avaluasi keahlian, karier, reolokasi jabatan, suksesi, kedisiplinan. Dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar, dengan tujuh aplikasi terdaftar pada tabel di bawah ini. Namun dalam hal persentase aplikasi yang digunakan, manajemen angkatan kerja di urutan terakhir. Hanya dua pertiga dari perusahaan HRSP yang menggunakan aplikasi ini. Angka-angka “ sedang digunakan” jelaslah bahwa hanya penilaian kerja dan pelatihan yang mendapat dukungan kuat.namun, terdapat cukup usaha pengembangan yang sedang berlangsung, pada pengendalian posisi, keahlian/ kompetensi, pelatihan dan suksesi.
Tabel 3
Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi
Angkatan Kerja
Nama aplikasi
Sedangdigunakan
Sedang dikembangkan
Penilaian Kinerja
244
60
Pelatihan
216
102
Pengendalian Posisi
177
108
Relokasi
121
33
Keahlian/ kompetensi
115
107
Suksesi
110
102
Pendisiplinan
63
39
Total
1.046
551
Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 65
  • Subsistem Kompensasi.Meliputi informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi. Tiga subsistem terakhir menunjukkan area HRIS yang paling berhasil, dengan beragam aplikasi dan persentase penggunaan sekitar 80 %. Aplikasi kompensasi telah dicapai pada tingkat tertinggi seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Aplikasi peningkatan penghargaan telah diterapkan lebih luas daripada aplikasi HRIS lain – di 404 dari 503 perusahaan HRSP. Semua aplikasi lain juga menikmati tingkat penerapan yang tinggi. Kehadiran satu-satunya area yang paling besar usaha pengembangannya. Mungkin salah satu alasan popularitas berbagai aplikasi ini adalah mereka mudah diterapkan. Mereka semua berbau “gaji” dan gaji mungkin merupakan aplikasi komputer yang paling mapan dalam bisnis. Walau SDM telah menyerahkan gaji pada SIA di banyak perusahaan, jelaslah bahwa banyak pemrosesan yang masih dilakukan.
Tabel 4
Jumlah Perusahaan yang menggunakan Aplikasi Kompensasi
Nama Aplikasi
Sedangdigunakan
Sedangdikembangkan
Peningkatan Penghargaan
404
36
Gaji
389
21
Kompensasi Eksekutif
273
39
Insentif Bonus
230
31
Kehadiran
191
69
Total
1.487
196
Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 88
  • Subsistem Benefit. Benefit berbeda dengan komepensasi. Kompensasi lebih insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawanya, sedangkan benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan seperti dana pensiun. Pensiun diperusahaan dapat berupa defined contribution (perusahaan member kontribusi misalnya menambah 10% dari gaji untuk tambahan pensiun diberikan langsung ke karyawan), defined benefit (perusahaan menyediakan dana tiap bulannya disimpan di dana pensiun dan akan diterima karyawan jka mereka pensiun) atau profit sharing (karyawan menerima persentasi dari laba perusahaan) Aplikasi benefit telah diterapkan dalam skala besar, dengan enam aplikasi terpisah dan 84% tingkat penggunaan. Tabel berikut menggambarkan jumlah perusahaan yang sangat bergantung pada unit SDM untuk menyediakan paket benefit yang baik bagi pemakai yang masih bekerja maupun yang telah pensiun.
Tabel 5
Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi Benefit
Nama Aplikasi
Sedangdigunakan
Sedangdikembangkan
Defined contribution
275
38
Defined Benefits
270
47
Benefit Statement
234
57
Flexilble Benefits
195
55
Pembelian Saham
149
16
Pemrosesan Klaim
88
11
Total
1.211
224
Persentase aplikasi sedang digunakan : 84
  • Subsistem Pelaporan Lingkungan. Informasi ini berhubungan dengan keluhan-keluhan, kecelakaan selama kerja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya. Berbagai aplikasi ini membuat HRIS tetap berjalan, pelaporan kebijakan dan praktek personalia perusahaan kepada pemerintah. Tabel berikut menunjukkan dua aplikasi EEO (Equal Employement Opportunity) yang diterapkan secara luas, dilengkapi dengan informasi lain yang ditujukan langsung untuk pemerintah maupun serikat pekerja. Berbagai aplikasi ini ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, bukan kepada manajemen.
Tabel 6
Jumlah Perusahaan yang Menggunakan
Aplikasi Pelaporan Lingkungan
Nama Aplikasi
Sedangdigunakan
Sedangdikembangkan
Catatan EEO
402
43
Analisis EEO
352
47
Peningkatan Serikat Pekerja
165
13
Catatan Kesehatan
102
41
Catatan Beracun
80
32
Keluhan
66
31
Total
1.167
207
Persentase aplikasi yang sedang digunakan: 85
Strategi dan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Manusia PT.Semen Gresik (Persero) Tbk
  • Human Resource Development (Human Capital Master Plan)
Mengantisipasi pertumbuhan dan pengembangan Perseroan yang mulai agresif dibeberapa tahun terakhir ini, Perseroan telah menyusun Human Capital Master Plan (HCMP) yang merupakanframework pengembangan secara bertahap HC Perseroan dalam periode lima tahun ke depan, guna menjamin tercapaianya visi Perseroan. Dalam HCMP tersebut, Perseroan telah menetapkan kebijakan-kebijakan mendasar dalam pengelolaan dan pengembagan SDM. Seluruh kebijakan yang disusun menyangkut pengembangan HC bermuara pada satu tujuan, Perseroan memiliki dan mengembangangkan HC dengan talenta terbaik untuk menjamin tercapainya visi dan misi Perusahaan.
HCMP Perseroan terdiri atas empat tahapan yang dilakukan secara berkelanjutan, yakni:
Tahap pertama,
2009 – 2010, setting human capital foundation, yakni penyusunan HCMP dan dimulainya transisi implementasi sistem dengan kegiatan penyelarasan sistem manajemen SDM dan optimalisasi framework aliran human capital di antara anggota group Perseroan.
Tahap kedua,
pelaksanaan HCMP, 2011 – 2012, growth &strengthening. Perseroan melakukan penguatan human capital systemdan percepatan peningkatan performance SDM secara berkesinambungan. Target tahap ini yaitu terjadinya akselerasi kemampuan dan kinerja SDM secara signifikan guna mendukung pencapaian tujuan Perseroan.
Tahap ketiga,
2013, excellent performance. Pada tahapan ini seluruhHuman Capital System telah mencapai kondisi yang optimal dan berada pada derajat aligment yang tinggi untuk menunjukkan high performance system and culture.
Tahap keempat,
2014 dan seterusnya, pengelolaan HC Perseroan yang sejajar dengan pengelolaan HC perusahaan kelas dunia. Pada tahap ini, pengelolaan HC yang dilakukan Perseroan mampu membuat citra atau persepsi publik terhadap Perseroan berubah. Perseroan telah menjadi perusahaan kelas dunia dengan standar manajemen internasional, perusahaan pilihan dalam bisnis persemanan dan perusahaan pilihan para talenta terbaik yang berminat terjun di bidang persemenan.
  • Training and Development
Salah satu fokus HCMP yaitu pelaksanaan program leadership development dengan tujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni, baik dari aspek teknis, kepemimpinan, maupun business acumen di semua jenjang baik struktural maupun dan fungsional organisasi. Pemimpin di Perseroan diupayakan memiliki kompetensi inti dan elemen kepemimpinan. Kompetensi inti terdiri dari teamwork, continuous learning, berorientasi melayani, profesional. Sedangkan elemen kepemimpinan berupa adaptibility, problem solving, change leadership, planning organizing, dan developing people.
Perseroan juga melakukan penguatan budaya perusahaan yang didasarkan pada performance based culture. Perilaku unggul dirangkum sebagai kompetensi inti, kemudian digabungkan dengan kompetensi teknis yang dipergunakan sebagai dasar pengembangan kompetensi pegawai.
  • Knowledge Management
Perseroan mulai melaksanakan kegiatan knowledge managementdengan tujuan mengelola pengetahuan yang merupakan aset bernilai tinggi di Perseroan sebagai sarana untuk meningkatkan keunggulan HC Perseroan. Tergolong dalam kegiatan ini yaituknowledge sharing, mentoring, bedah buku dan kegiatan lain terkait dengan pengetahuan individu maupun kelompok. Kegiatanknowledge management diharapkan semakin memperkuat kemampuan human capital Perseroan termasuk dalam melakukan rancang bangun fasilitas produksi yang telah menjadi salah satu kompetensi inti Perseroan. Kegiatan ini sangat mendukung pelaksanaan learning process, inter-group rotation, job opportunity, maupun career planning pegawai Perseroan.
  • Manajemen Kinerja dan Sistem Remunerasi

Peningkatan kompetensi SDM kemudian diimbangi dengan pemberian kesempatan untuk berkembang bersama Perseroan serta pemberian paket remunerasi yang kompetitif. Proses ini melibatkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja di akhir tahun.
Di tahun 2009, Perseroan mulai mengimplementasikan “Balance Scorecard” sebagai tools dalam manajemen KPI guna menjamin akurasi, transparansi, dan obyektifitas penilaian kinerja.
Hasil evaluasi akan digunakan untuk mendapatkan feedback bagi pengembangan SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang mencapai atau melebihi target KPI. Bagi yang tidak mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan, dilakukan pembinaan.
KESIMPULAN
Manajemen sumber daya manusia pada suatu perusahaan bisnis sangatlah penting. Karena MSDM merupakan proses untuk mencapai suatu tujuan yang sudah direncanakan dalam perusahaan. Adapun tujuan serta fungsi yang terdapat dalam MSDM sendiri yang telah disebutkan dalam pembahasan di atas.
Dalam perusahaan PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk dijelaskan bahwa perusahaan tersebut mengaplikasikan manajemen sumber daya manusia dalam mengembangkan perusahaannya. Perusahaan tersebut mengembangkan sumber daya manusia dengan cara melakukan perencanaan atas penyeleksian karyawan yang ingin bekerja pada perusahaan tersebut. Serta melakukan pelatihan dan pengembangan dalam rangka mengembangkan potensi SDM di dalam pekerjaannya dan efektivitas mereka dalam melakukan sebuah pekerjaan sesuai dengan golongan atau bidangnya masing-masing.
Perusahaan semen gresik juga melakukan sebuah strategi guna untuk memanfaatkan SDM dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dan SDM akan mendapatkan kompensasi beruba upah gaji yang berbeda dari gaji pokok serta penghargaan apabila ia dapat mencapai target kinerja kerja yang diberikan. Apabila SDM tersebut belum dapat mencapai target mereka akan diberikan pelatihan serta pembinaan untuk mencapai target kinerja kerja yang telah ditetapkan tersebut
Sumber :
Related
SISTEM OTOMATISASI KANTORIn "SISTEM INFORMASI MANAJEMEN"
SISTEM INFORMASI PEMASARANIn "SISTEM INFORMASI MANAJEMEN"


Maryanto (13.230.0106) Rangkuman Modul Materi 1 - 3

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sebuah Sistem Terintegrasi, Sistem Manusia-Mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras & lunak komputer, prosedur manual, model manajemen & pengambilan keputusan dan basis data.
Istilah Sistem Informasi
  1. Manajemen Informasi Sistem
  2. Informasi Proses Sistem
  3. Informasi Desain Sistem
  4. Informasi System
KOMPONEN FISIK SISTEM INFORMASI
  1. Perangkat Keras Komputer : CPU, Storage, Perangkat Input/Output, Terminal Untuk Interaksi, Media Komunikasi Data
  2. Perangkat Lunak Komputer : Perangkat Lunak Sistem (Sistem Operasi & Utilitinya, Perangkat Lunak Umum Aplikasi (Bahasa Pemrograman), Perangkat Lunak Aplikasi (Aplikasi Akuntansi, Dan Lai-Lainnya).
  3. 3. Basis Data : Penyimpanan Data Pada Media Penyimpanan Komputer.
  4. Prosedur : Langkah-Langkah Penggunaan Sistem.
  5.  Personil Untuk Pengelolaan Operasi (SDM), yang meliputi :
a.       Clerical Personnel (Untuk Menangani Transaksi & Pemrosesan Data & Melakukan Inquiry = Operato);
b.      Fisrt Level Manager : Untuk Mengelola Pemrosesan Data Didukung Dengan Perencanaan, Penjadwalan, Identifikasi Situasi Out-Of-Control & Pengambilan Keputusan Level Menengah Ke Bawah.
c.       Staff Specialist : Digunakan Untuk Analisis Untuk Perencanaan & Pelaporan.
d.      Management : Untuk Pembuatan Laporan Berkala, Permintaan Khusus, Analisis Khusus, Pendukung Identifikasi Masalah & Peluang, Pendukung Analisis Pengambilan Keputusan Level Atas.

•          Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.

Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
•          Strutktur dasarnya:
•          Direktur Sistem Informasi
•           Manajer Pengembangan Sistem
•           Programmer
•           Manejer Komputer dan Operasi.
•          Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.

Sist. Informasi Akuntansi & Sist. Informasi Manajemen

Menurut Level Organisasi
n  Sistem informasi departemen
                Sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen
n  Sistem informasi perusahaan
Sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen
secara bersama-sama
n  Sistem informasi antarorganisasi
Sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih
Contoh: SI pada Wal-Mart dan B2B


Sistem Informasi Dalam Perusahaan

Jenis
Jumlah Pemakai
Perspektif
Pribadi
1
Individual
Kelompok kerja
Banyak, umumnya kurang dari 25 orang
Departemen – Pemakai berbagi perspektif yang sama
Perusahaan
Banyak, seringkali ratusan
Perusahaan – Pemakai memiliki banyak perspektif

Sistem Informasi Fungsional
n  Sistem informasi akuntansi (Accounting information system)
n  Sistem informasi keuangan (Finance information system)
n  Sistem informasi manufaktur (Manufacturing/production information system)
n  Sistem informasi pemasaran (Marketing information system atau MKIS)
n  Sistem informasi SDM (Human resources information system atau HRIS)
Sistem Informasi Akuntansi
Kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi (Bodnar dan Hopwood, 1993)
Subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannnya adalah menghimpun, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan (Gelinas, dkk., 1997)
Sistem Informasi Keuangan
Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan (departemen/bagian Keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi pembayaran
Sistem Informasi Manufaktur
Sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi, yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa
Berbagai Nama SI Manufaktur
n  ROP (reorder point), yakni suatu sistem yang mendasarkan keputusan pembelian berdasarkan titik pemesanan kembali (reorder point). Merupakan sistem ifnormasi manufaktur yang paling sederhana
n  MRP (meterial requirements planning), yakni suatu sistem yang dapat dipakai untuk merencanakan kebutuhan berbagai bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi
n  MRP II (material resource planning), yakni suatu sistem yang memadukan MRP dengan penjadwalan produksi dan operasi pada bengkel kerja (shop floor operation). Sistem ini tidak mengontrol mesin dalam bengkel kerja, melainkan sistem informasi ini hanya mencoba memperkecil sediaan dan memperkerjakan mesin secara efektif.
n  JIT (Just-in-time), yakni suatu pendekatan yang menjaga arus bahan baku melalui pabrik agar selalu dalam keadaan minimum dengan mengatur bahan baku tiba di bengkel kerja pada saat diperlukan atau “tepat pada waktunya” (just in time).
n  CIM (computer integrated manufacturing) merupakan suatu sistem yang menggabungkan berbagai teknik untuk menciptakan proses manufaktur yang luwes, cepat, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi secara efisien.
Sistem Informasi Pemasaran
n  Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran.
n  Mendukung keputusan yang berkaitan dengan bauran pemasaran (marketing mix), yang mencakup:
¨  produk (barang dan jasa) yang perlu ditawarkan
¨  tempat yang menjadi sasaran pemasaran
¨  promosi yang perlu dilakukan
¨  harga produk
Sistem Informasi SDM
n  Sistem informasi sumber daya manusia biasa disebut HRIS
n  Istilah lain yang sering dipakai yaitu HRMIS (Human Resource Management Information System) dan HRMS (Human Resource Management System)
n  Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan-tunjangan, hingga kinerja pegawai
Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)
n  Sistem informasi yang pertama kali diimplementasikan
n  Fokus utama pada data transaksi
n  Sesuai dengan namanya,  sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta kadangkala mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi.
n  Contoh yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.


Cara Pemrosesan pada SPT
n  Pemrosesan batch
            Transaksi ditumpuk dulu dan kemudian diproses belakangan pada waktu tertentu misalnya pada waktu sore hari atau malam hari.  Kelemahan pemrosesan batch adalah membuat basis data tidak pernah dalam keadaan terkini, karena seringkali  terdapat data transaksi yang terlambat untuk dimasukkan ke dalam basis data.
n  Pemrosesan online
            Tidak ada penundaan pemrosesan. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan. Dengan demikian, data selalu dalam keadaan mutakhir.
Perbedaan Pemrosesan Batch dan Online
Karakteristik
Pemrosesan Batch
Pemrosesan Online
Pemrosesan transaksi
Data transaksi direkam, dikumpulkan, dan diurutkan, dan diproses secara periodis
Transaksi diproses seketika
Pemutakhiran berkas
Ketika tumpukan diproses
Saat transaksi diproses
Waktu tanggapan
Beberapa jam atau hari setelah tumpukan dikirim untuk diproses
Beberapa detik setelah setiap transaksi diproses

Sistem Informasi Manajemen (SIM atau MIS)
n  Sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
n  SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi, dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
n  Umumnya SIM mengambil data dari sistem pemrosesan transaksi
Karakteristik SIM
  • Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas: prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi
  • Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan laporan dan informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan
Macam Laporan SIM
n  Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan, bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
n  Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
n  Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal. Sebagai contoh, manajer pembelian mungkin memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok yang sudah terlambat satu minggu. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk dibandingkan

RIFQI ADILIANTO


NAMA : RIFQI ADILIANTO


 SUBSISTEM PERENCANAAN

Perencenaan adalah usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu perusahaan. Rekruitment is the process of searching for prospective employees and stimulating them to apply for job in the organizational. (Penarikan adalah proses pencarian dan pemikatan para calon pegawai yang mampu bekerja di dalam organisasi). Jadi, penarikan adalah usaha mencari dan menarik tenaga kerja agar melamar lowongan kerja yang ada pada suatu perusahaan.

            Perekrutan dan Penerimaan (recruitment and hiring). SDM membantu     membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan kerja di Koran, dll. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yangmempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.

Sebelum penarikan tenaga kerja dilakukan oleh suatu organisasi, maka ada dua faktor yang harus mandapat perhatian organisasi agar penarikan tenaga kerja tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Kedua faktor tersebut adalah sebagai berikut:

Faktor Intern Organisasi

Kebijakan promosi
Kebijakan tentang kompensasi
Kebijakan tentang status pegawai
Rencana sumber daya manusia

Faktor Ekstern Organisasi

Faktor-faktor lapangan kerja dan angkatan kerja yang tersedia di masyarakat.
UU kerja yang dibuat pemerintah.
Situasi dan kondisi perusahaan yang sejenis.
Situasi dan kondisi tenaga kerja yang tersedia.

Langkah-langkah perekrutan:
           
            Penentuan jabatan yang kosong
            Penentuan persyaratan jabatan
            Penentuan sumber dan metode perekrutan.

SUBSISTEM PERENCANAAN ANGKATAN KERJA, melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pegawai dimasa datang.