Kamis, 17 April 2014

Arinta Prasakti 13.230.0131



Rangkuman Modul 1-3
 
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sebuah Sistem Terintegrasi, Sistem Manusia-Mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Dari pengertian di atas terdapat beberapa kata kunci :
  1. Berbasis Komputer & Sistem Manusia / Mesin
  2. SISTEM BASIS DATA TERINTEGRASI
  3. MENDUKUNG OPERASI
  4. PEMANFAATAN MODEL MANAJEMEN & PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KOMPONEN FISIK SISTEM INFORMASI
  1.  Perangkat Keras Komputer : CPU, Storage, Perangkat Input/Output, Terminal Untuk Interaksi, Media komunikasi data
2. Perangkat Lunak Komputer :  Perangkat Lunak Sistem (Sistem Operasi & Utilitinya, Perangkat Lunak Umum Aplikasi (Bahasa Pemrograman), Perangkat Lunak Aplikasi (Aplikasi Akuntansi)
B    3. Basis Data : Penyimpanan Data Pada Media Penyimpanan Komputer.
   4.  Prosedur : Langkah-Langkah Penggunaan Sistem.
5.       5. Personil Untuk Pengelolaan Operasi (SDM) yang meliputi :
a.       Clerical Personnel (Untuk Menangani Transaksi & Pemrosesan Data
b.      Fisrt Level Manager : Untuk Mengelola Pemrosesan Data Didukung Dengan Perencanaan, Penjadwalan, Identifikasi Situasi Out-Of-Control & Pengambilan Keputusan Level Menengah Ke Bawah
c.       Staff Specialist : Digunakan Untuk Analisis Untuk Perencanaan & Pelaporan.
d.      Management : Untuk Pembuatan Laporan Berkala, Permintaan Khusus, Analisis Khusus, Pendukung Identifikasi Masalah & Peluang, Pendukung Analisis

KONSEP INFORMASI

Informasi : Data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima & dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat atau prospek keputusan
Data merupakan raw material untuk suatu informasi.
Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses
Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya
Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya. :
-Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
-Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
-Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
-Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan

KONSEP SISTEM INFORMASI :

 

 Difinisi Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-2x, dan pengendalian yang ditujukan untuk mndapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu.

Sistem informasi merupakan suatu sistem penghasil informasi yang tidak baru lagi, sistem informasi yang telah dikembangkan dan digunakan dalam berbagai organisasi.

Komputer yang digunakan adalah komputer yang beragam, dari komputer yang sangan sederhana hingga komputer yang kompleks

Difinisi Sistem Informasi Berbasis Komputer
Merupakan sistem informasi yang menggunakan komputer untuk menyimpan dan mengolah data organisasi untuk keperluan personil organisasi.

KONSEP SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

VERIFIKASI : Komputer dapat menegecek kebenaran maupun kelayakan angka-angka menjadi input dalam suatu proses
SORTIR : Komputer dapat melakukan sortir data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda dengan cepat.
TRANSMISI : Komputer dapat memindahkan data dari suatu tempat ke tempat lain lebih cepat. PERHITUNGAN: Dengan komputer perhitungan dapat dilakukan dengan cepat

KOMPONEN CBIS

MASUKAN :
Masukan mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi
MODEL
 : Model terdiri dari beberapa kombinasi prosedur, logika, dan alur matematis yang akan memaniplasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu
KELUARAN
: Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokmentasi yang berguna untuk semua tingkatan menajemen serta semua pemakai sistem
 TEKNOLOGI  : digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
BASIS DATA (DATABASE)‏
: Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan yang lainnya, tersimpan didalam perangkat keras komputer dan diperlukan perangkat lunak untuk memanipulasinya
KENDALI
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, misalnya : kecurangan, kegagalan pada sistem itu sendiri, kesalahan, sabotase

ELEMEN OPERASIONAL SISTEM INFORMASI :

KOMPONEN FISIK :
-Perangkat Keras
-Perangkat Lunak
-Database
-Prosedur Operasional
-Personil
FUNGSI PENGOLAHAN :
*      Pengolahan Transaksi
*      Pemeliharaan File Induk
*      Menghasilkan Laporan
*      Melayani Inquiry
*      Menangani Aplikasi Penunjang

Klasifikasi SI :
-Level organisasi
-Area fungsional
-Dukungan yang diberikan
-Arsitektur sistem informasi



Menurut Level Organisasi :
-Sistem informasi departemen
-Sistem informasi perusahaan

-Sistem informasi antarorganisasi
Sistem Informasi Dalam Perusahaan
-Sistem informasi pribadi
-Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system)
-Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Sistem Informasi Fungsional
-Sistem informasi akuntansi (Accounting information system)
-Sistem informasi keuangan (Finance information system)
-Sistem informasi manufaktur (Manufacturing/production information system)
-Sistem informasi pemasaran (Marketing information system atau MKIS)
Perspektif Tentang SI
-Sistem Informasi selain SIA adalah tergolong SIM (Hall, 2001)
-  SIA adalah bagian dari SIM (Romney dkk., 1997)
- Sistem informasi justru merupakan subsistem bagi sistem informasi fungsional yang lain (McLeod, 1998)

SIA Sebagai Bagian SIM















Sistem Informasi Akuntansi
Kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi
Cakupan SIA
















Sistem Informasi Keuangan
Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan (departemen/bagian Keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas



 























Sistem Informasi Manufaktur
Sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi, yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa
















 









Berbagai Nama SI Manufaktur
-ROP (reorder point), yakni suatu sistem yang mendasarkan keputusan pembelian berdasarkan titik pemesanan kembali (reorder point).
-MRP (meterial requirements planning), yakni suatu sistem yang dapat dipakai untuk merencanakan kebutuhan berbagai bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi
-MRP II (material resource planning), yakni suatu sistem yang memadukan MRP dengan penjadwalan produksi dan operasi pada bengkel kerja (shop floor operation).
Implementasi CIM
n  Menyederhanakan proses produksi, perancangan produk, organisasi pabrik sebagai dasar yang penting untuk pengotomasian dan pengintegrasian
n  Mengotomasikan proses-proses produksi dan fungsi-fungsi bisnis yang mendukungnya dengan komputer, mesin, dan robot.
n  Mengintegrasikan seluruh proses produksi dan pendukungnya dengan memakai komputer, jaringan komunikasi, dan teknologi informasi yang lain
Implementasi CIM
 














Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran
Mendukung keputusan yang berkaitan dengan bauran pemasaran (marketing mix), yang mencakup:
¨  produk (barang dan jasa) yang perlu ditawarkan
¨  tempat yang menjadi sasaran pemasaran
¨  promosi yang perlu dilakukan
¨  harga produk
 
















Sistem Informasi SDM
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak,
Istilah lain yang sering dipakai yaitu HRMIS (Human Resource Management Information System) dan HRMS (Human Resource Management System)
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan-tunjangan, hingga kinerja pegawai

 
















Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan Kepada Pemakai
-Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System atau TPS)
- Sistem Informasi Manajemen (Management Infromation System atau MIS)
 - Sistem Otomasi Perkantoran (Office Automation System / OAS)
- Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System atau DSS)
-Sistem Informasi Eksekutif (Executive Infromation System atau EIS)
-Sistem Pendukung Kelompok (Group Support System atau GSS)
- Sistem Pendukung Cerdas (Intelligent Support System atau ISS).
Sistem Pemrosesan Transaksi
-Sistem informasi yang pertama kali diimplementasikan
- Fokus utama pada data transaksi
- Sesuai dengan namanya,  sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta kadangkala mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi.
- Contoh yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Model Sistem Pemrosesan Transaksi
 





















Karakteristik SPT
  • Jumlah data yang diproses sangat besar
  • Sumber data umumnya internal dan keluaran terutama dimaksudkan untuk pihak internal (meskipun bisa juga diperuntukkan bagi mitra kerja)
  • Pemrosesan informasi dilakukan secara teratur: harian, mingguan, dan sebagainya
  • Kapasitas penyimpan (basis data) besar
  • Kecepatan pemrosesan yang diperlukan tinggi karena volume yang besar
Cara Pemrosesan pada SPT
Pemrosesan batch
                Transaksi ditumpuk dulu dan kemudian diproses belakangan pada waktu tertentu misalnya pada waktu sore hari atau malam hari.  Kelemahan pemrosesan batch adalah membuat basis data tidak pernah dalam keadaan terkini, karena seringkali  terdapat data transaksi yang terlambat untuk dimasukkan ke dalam basis data.
Pemrosesan online
                Tidak ada penundaan pemrosesan. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan. Dengan demikian, data selalu dalam keadaan mutakhir.
Pemrosesan Hibrid
-Merupakan perpaduan antara pemrosesan batch dan online
-  Model seperti ini dijumpai pada beberapa sistem POS (Point-of-sale). Data dimasukkan seketika ke dalam komputer ketika transaksi terjadi, tetapi pemrosesan lebih lanjut (misalnya pemutakhiran ke sediaan) dilakukan pada waktu malam hari.
-  Model seperti ini juga sering dilakukan pada bank yang offline (belum tersedia layanan komunikasi ke pusat atau komunikasi sedang terputus).
Istilah-istilah lain Tentang SPT
- CIS (customer integrated system) merupakan contoh lain hasil pengembangan dari TPS. Sistem ini memanfaatkan teknologi yang memungkinkan pelanggan dapat melaksanakan transaksinya sendiri. Contoh ATM dan B2C
  Istilah lain untuk CIS adalah pemrosesan interaktif
Sistem Informasi Manajemen
- Sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
- SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi, dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
       -Umumnya SIM mengambil data dari sistem pemrosesan transaksi
Istilah Lain untuk SIM
- Sistem peringatan manajemen (management alerting system), karena sistem ini memberikan peringatan kepada pemakai (umumnya manajemen) terhadap masalah maupun peluang
- Sistem pelaporan manajemen atau management reporting system















Karakteristik SIM
  • Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas: prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi
  • Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
  • Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan laporan dan informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan).
Contoh Laporan Hasil SIM
 












Macam Laporan SIM
-Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan, bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
- Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
     -  Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal. Sebagai contoh, manajer pembelian mungkin memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok yang sudah terlambat satu minggu. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
-Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk dibandingkan
 
Laporan SIM

Terkadang SIM juga menyediakan laporan yang yang tergolong sebagai demand (Ad Hoc) report, yaitu jenis laporan yang dapat diminta sewaktu-waktu dan pemakai dapat mengatur sendiri tataletak informasi yang diperlukan


Selasa, 15 April 2014

ARI ZAKARIYA AHMAD 13.230.0110 MANUFACTURE


NAMA : ARI ZAKARIYA AHMAD
NIM     : 13.230.0110 
Proposal Rencana Usaha 2011
PROPOSAL RENCANA USAHA
Mutiara Batik
(Melestarikan Batik Indonesia)

1.     Ringkasan Pelaksanaan Usaha

      Batik merupakan salah satu karya Indonesia dari warisan nenek moyang Indonesia. Mutiara Batik merupakan nama atau lambang dari hasil produksi batik yang akan dipasarkan. Dimana Mutiara Batik mempunyai ciri khas tersendiri disetiap designnya.Mutiara disini dimaksudkan seperti batik didalam kerang, yang terlindungi dari apapun dan terdapat kecantikan atau keindahan dari dalam kerang tersebut (kerang tersebut diibaratkan sebagai Indonesia). Usaha ini saya buat didasari oleh kecintaan saya terhadap batik Indonesia dan saya ingin terus membudidayakan batik Indonesia.Batik yang diproduksi merupakan batik yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi. Macam-macam batik yang diproduksi antara lain seperti baju mode on, baju tradisional, tas, dan dompet.Usaha ini dijalankan oleh pemilik usaha dan dibantu oleh 2 orang teman designernya serta beberapa karyawan yang bekerja di rumah produksi. Macam-macam batik yang diproduksi akan dipasarkan di pusat perbelanjaan dan lokasi –lokasi strategis lainnya.Dalam pembuatan usaha ini, tentunya memerlukan banyak biaya,seperti bahan produksi dan lain sebagainya.

2.     Proyek KeuanganPemasukkan
Modal Mandiri                                                 :  Rp. 200.000.000,-
Peminjaman Bank                                            :  Rp. 200.000.000,- +
Total                                                                 :  Rp. 400.000.000,-
Rencana penggunaan dana awal
Pembelian bahan batik                                     : Rp. 100.000.000,-
Pembelian alat-alat menjahit                            : Rp. 150.000.000,-
Penyewaan rumah produksi per tahun             : Rp.  10.000.000,-
Penyewaan lokasi pemasaran 1 tempat/tahun  : Rp.  10.000.000,- +
Total                                                                 : Rp. 270.000.000,-
Proyeksi keuntungan per tahun
1. Penjualan baju mode on                               : Rp. 108.000.000,-
2. Peenjualan baju tradisional                          : Rp. 82.000.000,-
3. Penjualan Tas                                               : Rp. 65.000.000,-
4. Penjualan Dompet                                        : Rp. 45.000.000,-  +
Total                                                                 : Rp. 300.000.000
Total Keuntungan                                             : Rp. 30.000.000,-
Sisa Dana                                                          : Rp. 130.000.000,- +
Total Pemasukan                                              : Rp. 160.000.000,-
Jadi, keuntungan yang diperoleh per tahun sebesar Rp. 160.000.000,-
osal Rencana Usaha 2011

Agar yakin bahwa suatu usaha siap dimulai maka perlu adanya evaluasi pada beberapa aspek sebagai berikut :
1. Evaluasi Ringkasan Pelaksanaan
2. Evaluasi Visi Bisnis
3. Evaluasi Lingkungan Bisnis
4. Evaluasi produk jasa
5. Evaluasi pesaing
6. Evaluasi harga
7. Evaluasi keunggulan pesaing
8. Evaluasi pasar dan pemasaran
9. Evaluasi manajemen dan personal
10. Evaluasi mesin dan peralatan
11. Evaluasi biaya awal
12. Evaluasi pendanaan
13. Evaluasi Break Even Point
14. Evaluasi resiko yang tidak terkontrol
15. Evaluasi kesimpulan data
Cara Membuat Batik
Berikut ini adalah alat dan bahan yang harus disiapkan untuk membuat batik tulis :
    • Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun)
    • Canting sebagai alat pembentuk motif,
    • Gawangan (tempat untuk m enyampirkan kain)
    • Lilin (malam) yang dicairkan
    • Panci dan kompor kecil untuk memanaskan
    • Larutan pewarna

Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:
1.     Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
2.     Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
3.     Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
4.     Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
5.     Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
6.     Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
7.     Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
8.     Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
9.     Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
10.                        Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
11.                        Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
12.                        Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.




INPUT:
1.     Kain mori
2.     Pewarna batik berbagai warna
3.     Mesin jahit
4.     Benang
5.     Kancing
6.     Gajih kariyawan
PROSES
1.     Pewarnaan
2.     Penjemuran
3.     Pemotongan
4.     Menjahit
OUTPUT
1.     FINISHING