Selasa, 01 April 2014

alin alina


INFORMASI PEMASARAN
A.  Pengertian Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi pemasaran jika di definisikan dalam arti luas adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang, jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut.
Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yang berkaitan dengan 4P yaitu :
·         Produk (product) : produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya.
·         Promosi (promotion) : meningkatkan atau mendorong penjualan.
·         Tempat (place) : cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi.
·         Harga (price) : terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan.
B.   Komponen Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum yaitu :
·       Input
Sistem informasi pemasaran mempunyai subsistem yang terdiri dari :
1.    Sistem informasi akuntansi(AIS): mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan.
2.    Intelejen pemasaran: mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran.
3.    Riset pemasaran : peneliti pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran.
·       Basis Data(Data Base) Pemasaran
Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari database. Beberapa data dalam database adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
·       Output
Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagian dari bauran yaitu :
1.    Tempat(place): menyediakan informasi tentang tempat kegiatan periklanan.
2.    Promosi(promotion): menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung.
3.    Harga(price): membantu menejer untuk membuat keputusan harga.

Laela Khikmawati (Subsistem Harga)


SISTEM INFORMASI PEMASARAN
(SUBSISTEM HARGA)

Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan. Subsistem harga hampir serupa dengan subsistem promosi dalam hal dukungan keputusan.
a.         Penetuan harga berdasarkan biaya
Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya, dengan menentukan biaya-biaya dan menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang akurat membuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.
b.         Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasarkan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.

BACHTIAR AHMAD FURQON 13.230.0116


REWORK
Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:
1.     Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
2.     Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
3.     Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
4.     Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
5.     Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
6.     Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
7.     Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
8.     Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
9.     Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
10.                        Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
11.                        Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
12.                        Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
Tips Cara Merawat Batik Yang Benar
Picture

Tips cara merawat batik yang benar

1. Hindari penggunaan sabun deterjen, karena sifatnya terlalu keras dalam mengikis warna yang menempel pada kain.

2. Mencuci dengan cairan khusus yang banyak dijual di pasaran (lerak) atau shampoo. Larutkan air sampo sehingga tidak ada bagian yang mengental, sehingga tidak merusak warna kain .

3. Mencuci kain batik cukup dengan dikucek lembut, terutama pada bagianyang kotor saja. Tidak perlu diperas, cukup ditarik bagian ujung-ujungnya saja agar kain batik lurus kembali.

4. Hindari menjemur kain/baju batik di tempat yang langsung terkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat teduh atau diangin-anginkan saja.

5. Hindari menyetrika langsung kain/baju batik  (setrika bagian dalamnya saja) atau lapisi dengan kain lain pada saat disetrika.

6. Hindari menyemprot langsung kain/baju batik dengan parfum atau pengharum badan yang lainnya, karena akan merusak warna pada corak batik.

7. Pada saat menyimpan kain/baju batik di lemari, hindari menggunakan kapur barus dan sejenisnya, karena akan merusak kain. Untuk mengusir ngengat gunakan lada yang dibungkus dengan tissue, letakkan di sudut lemari pakaian.



 

 

 

 

Sertifikasi

05 November 2013, 15:23:26 , oleh : Paras Trapsiladi

LS PRO

PENDAHULUAN

TOEGOE–PCB merupakan Lembaga Sertifikasi Produk yang melaksanakan sertifikasi produk sesuai dengan Standar Produk yang diacu dan diakui melalui evaluasi sistem mutu, penilaian hasil uji dan pengakuan sesuai dengan standar yang berlaku. TOEGOE–PCB telah terakreditasi oleh KAN dengan nomor akreditasi LSPr - 025 – IDN.

Sistem Sertifikasi Produk mencakup pengujian awal produk dan assesmen sistem mutu pemohon/pemasoknya diikuti dengan pengawasan terhadap sistem mutu pabrik dan pengujian sampel dari pabrik serta penggunaan tanda SNI.

Tujuan dari TOEGOE – PCB adalah memberikan perlindungan kepada konsumen dan produsen agar dapat memperoleh / menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Sedangkan sasarannya adalah melaksanakan sertifikasi produk dengan baik dan benar sesuai BSN 401:2000 dengan memberikan tanda SNI pada produk / kemasannya.

TOEGOE – PCB menunjang peningkatan ekspor non migas melalui peningkatan produk yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mencapai hal tersebut, maka TOEGOE – PCB memberikan pelayanan yang profesional.

RUANG LINGKUP
    Ruang Lingkup TOEGOE-PCB meliputi :
    09. Mekanika Presisi, Perhiasan :
        09.02 Perhiasan/Barang-barang Emas dan Perak
    12. Teknologi Kulit dan Tekstil
        12.02 Produk Industri Tekstil
    26. Peralatan Olah Raga, Hiburan, Komersil dan Rumah Tangga
        26.02 Peralatan dan Fasilitas Olahraga
        26.03 Peralatan Hiburan

Dengan diberlakukannya secara wajib SNI 7617:2010 Persyaratan Zat Warna Azo dan Kadar Formaldehida pada Kain untuk Pakaian Bayi, TOEGOE-PCB telah ditunjuk sebagai Lembaga Sertifikasi Produk yang memberikan sertifikasi kepada perusahaan yang memproduksi pakaian bayi maupun tekstil untuk pakaian bayi. Hal ini berdasarkan pada Peraturan menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 02/M-IND/PER/1/2013. Disamping itu, LSPRO TOEGOE sedang dalam proses akreditasi untuk sertifikasi produk mainan anak.



PROSEDUR PERMOHONAN SERTIFIKASI PRODUK PENGGUNAAN TANDA SNI
    1. Permohonan Sertifikasi
        Perusahaan yang belum mempunyai sertifikat SNI ISO 9001:2008 dapat mengajukan sertifikasi produk dengan syarat telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu. Sedangkan bagi perusahaan yang sudah memiliki sertifikat SNI ISO 9001:2008 dapat mengajukan sertifikasi produk secara langsung, dengan mekanisme sebagai berikut :
        a. Pemohon mengajukan sertifikasi dengan mengisi :
            1) Formulir Permohonan
            2) Daftar Isi Permohonan
        b. Pemohon menyerahkan kembali formulir tersebut pada butir a di atas, kepada petugas TOEGOE-PCB serta melampirkan:
            1) Surat Pernyataan Diri atau fotokopi sertifikat Sistem Manajemen Mutu sesuai dengan SNI ISO 9001:2008
            2) Pedoman Mutu Sistem Manajemen Mutu dan Dokumen lain yang terkait dan diterapkan di perusahaan pemohon/pemasok
            3) Sertifikasi Uji Mutu Produk (jika ada)
            4) Profil Perusahaan
        c. Apabila telah memenuhi persyaratan, maka kepada pemohon diberikan tanda terima permohonan sertifikasi produk yang dilampiri :
            1) Formulir Perjanjian Permohonan Sertifikasi
            2) Struktur Biaya Sertifikasi
            3) Skema Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI
        d. Apabila permohonan sertifikasi diterima, maka TOEGOE-PCB memberitahukan secara tertulis (dengan surat resmi) kepada pemohon/pemasok agar mempersiapkan diri untuk pelaksanaan sertifikasi berikutnya

    2. Pelaksanaan Sertifikasi
        a. TOEGOE-PCB melaksanakan verifikasi terhadap perusahaan pemohon, meliputi :
            1) Peninjauan Kesesuaian Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan perusahaan pemohon
            2) Pengambilan contoh produk, baik di pabrik, dan gudang penyimpanan, maupun yang telah beredar di pasaran
        b. Apabila dari hasil pengkajian terhadap pelaksanaan sertifikasi memenuhi persyaratan, maka TOEGOE-PCB memberitahukan secara tertulis (dengan surat) kepada pemohon, termasuk penentuan tanggal penyerahan sertifikat

    3. Keputusan Sertifikasi
        Keputusan Sertifikasi ditetapkam berdasarkan hasil produk dan evaluasi Sistem Manajemen Mutu. Jika memenuhi persyaratan, maka dikeluarkan Sertifikat Tanda Penggunaan SNI oleh TOEGOE-PCB. Keputusan sertifikasi dilakukan oleh Tim Evaluator yang terdiri dari personel yang kompeten secara memuaskan di bidangnya.

Yohanna Devie Chris Hartono Nim 13.230.0107

SUBSISTEN PENGENDALIAN KEUANGAN



Sistem Informasi Keuangan merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang dirancang untuk menyediakan informasi mengenai arus uang bagi para pemakai di seluruh perusahaan. Pemakai informasi tersebut terutama adalah para manajer untuk mengelola sumber daya mereka. Sistem informasi keuangan mempunyai tiga tugas pokok yaitu : mengidentifikasi kebutuhan uang yang akan datang, membantu perolehan dana tersebut, dan mengontrol penggunaannya.
Sistem informasi keuangan terdiri dari 2 (dua) subsistem yaitu : Subsistem Input Keuangan yang terdiri dari Subsistem Informasi Akuntansi,  Subsistem Audit Internal, dan Subsistem Intelijen Keuangan (Financial Inteligence Subsystem) dan Subsistem Output Keuangan yang terdiri dari Subsistem Peramalan, Subsistem Manajemen Dana, dan Subsistem Pengendalian.
Subsistem Intelijen Keuangan (Financial Inteligence Subsystem) digunakan untuk mengumpulkan informasi dari elemen-elemen lingkungan yang mempengaruhi arus uang yaitu masyarakat keuangan, pemegang saham dan pemilik, serta pemerintah. Subsistem intelijen keuangan berfungsi untuk mengidentifikasi sumber-sumber keuangan eksternal yang dapat menambah dana bagi perusahaan. Subsistem intelijen keuangan memonitor denyut nadi ekonomi nasional dan memberikan informasi kepada eksekutif perusahaan dan analis keuangan mengenai trend yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan.


Senin, 31 Maret 2014

DWI RESTU A 13.230.0100

Subsistem Model Sistem Informasi Keuangan
Subsistem input
Ada tiga subsistem input yaitu : subsistem pemrosesan data, subsistem
audit internal dan subsistem intelegeni keuangan.
1. Subsistem pemrosesan data
Subsistem pemrosesan data mengumpulkan data internal dan lingkungan. Kita mengetahui bagaimana terminal pengumpulan data dibidang manufaktur mengumpulkan data internal. Data lain diperoleh dari dokumen sumber dan dimasukkan kedalam database dengan menggunakan terminal dalam jaringan yang ditempatkan diseluruh perusahaan. Subsistem pemrosesan data juga mengumpulkan data lingkungan sebagai hasil dari transaksi bisnis dengan perusahaan lain. Kita telah mengetahui bagaimana sistem entri pemesanan dan account receivable mengumpulkan data dan bagaimana sistem pembelian, penerimaan dan account payable mengumpulkan data pemasok.
Data internal berfungsi sebagaidasar untuk pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek operasi perusahaan, sebagai contoh II menggunakan data yang diperoleh dari pelaporan kerja, yang digunakan sebagai dasar untuk menyusun atau merevisi standar penampilan. Data lengkungan memberikan dasar untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan pelanggan dan pemasok perusahaan. Sebagai contoh, dalam menggunakan model matematis untuk mensimulasi pengaruh dari keputusan mengenai inventarisasi, manajer akan memasukkan skenario yang sebagian didasarkan pada data accounting historis yang menjelaskan pesanan pelanggan dan lead time pemasok.
Sistem Informasi Akuntasi merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen. Sistem Informasi Manajemen digunakan oleh pihak manajemen dalam menjalankan bisnis perusahaan. Sehingga Sistem Informasi Akuntasi dalam hal ini juga sebagai sumber informasi yang berguna dalam mencapai tujuan perusahaan yang terangkum dalam Sistem Informasi Manajemen.
Data akuntasi berperan penting salam Sistem Informasi Keuangan, hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
i. Catatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.
ii. catatan dibuat untuk setiap transaksi (menjelaskan apa, kapan, siapa, berapa).
iii. SIA merupakan satu-satunya komponen input yang terdapat pada seluruh sistem informasi fungsional.

DASAR PEMROSESAN DATA
Kita telah mengetahui sejumlah dasar pemrosesan data, disini kita akan melanjutkan pembahasan dan meninjau lebih singkat lagi.
Sinonim dengan Accounting.Dalam pandangan kita sistem pemrosesan data adalah sama dengan sistem accounting.
Tujuan Pemrosesan Data. Tujuan pemrosesan data adalah untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang up-ti-date.
Aplikasi yang Dibutuhkan. Perusahaan tidak memutuskan apakah mengimplementasikan sistem pemrosesan data atau tidak, sistem tersebut dikehendaki oleh elemen dalam lingkungan, khususnya pemegang saham, masyarakat kuangan dan pemerintah.
Tugas Pokok. Pemrosesan data mempunyai empat tugas pokok yaitu pemgumpulan data, pengubahan data penyimpanan data dan pembuatan dokumen.
Sifat Pemrosesan Data. Pemrosesan data menjalankan tugas yang penting, secara relatif mengikuti prosedur standart, memberikan data yang lengkap, utamanya mempunyai fokus histori dan memberikan informasi pemecahan masalah minimal.
Subsistem Pemrosesan Data. Subsistem dari sistem distribusi, menampilkan contoh yang tepat mengenai bagaimana subitem utama dipadukan melalui arus data. Subsistem penggajian melengkapi delapan subsistem dari sistem distribusi untuk membentuk inti pemrosesan data bagi berbagai jenis organisasi.

DATA ACCOUNTING
Data acounting memberikan record mengenai segala kepentingan meneter yang terjadi dipersahaan. Sebuah record dibuat dari sebuah transaksi, yang menjelaskan fakta yang penting yaitu apa yang telah terjadi, kapan kejadiannya, siapa yang terlibat dan (dalam berbagai kasus) berapa jumlah uang yang terlibat. Data ini dianalisis dengan berbagai cara, yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan informsi manajemen.

SISTEM BIAYA
Sebagian besar data accounting digunakan secara internal didalam departemen accounting oleh sistem biaya. Sistem biaya, sepertia arti dari namanya, menentukan biaya operasi perusahaan. Ketika kita mempelajari subsistem harga dari sistem informasi pemasaran, kita mengetahui bahwa ada banyak perusahaan yang mengikuti atau menganut strategi harga berdasarkan biaya. Perusahan tersebut mengidentifikasi biaya yang diperlukan untuk produk dan kemudian menambahkan harga tertntu. Maka biaya aka akurat bila strategi tersebut dapa efektif.
Sistem biaya bertanggung jawab atas fungsi keuangan namun ia juga mempengaruhi bidang fungsional yang lain. Penmpilan fungsi manufaktur biasanya didasarkan pada pembiayaan produksi, inilah kenapa kita menyertakan subsistem biaya dala sistem informasi manufakut. Penampilan fungsi pemasaran juga tergantung pada suistem biaya, jika produk terlalu tinggi harganya maka ia tidak akan terjual. Yang paling penting penampilan perusahaan sangat tergantung pada sistem biaya .
2. Subsistem audit internal
Audit Internal merupakan badan yang melaksanakan aktivitas internal auditing, berusaha untuk menyempurnakan dan melengkapi setiap kegiatan dengan penilaian langsung atas setiap bentuk pengawasan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks. Subsistem Audit Internal dirancang secara khusus untuk melakukan studi khusus mengenai operasi perusahaan.
Subsistem audit internal sama dengan subsistem penelitian pemasaran dan subsistem teknik industri, yakni bahwa mereka ini dirancang untuk melakukan studi khusus mengenai operasi perusahaan. Auditor internal adalah pekerja dalam perusahaan yang biasanya terlibat dalam pekerjaan perancangan dan evaluasi sistem informasi konseptual seluruh perusahaan. Dan ia biasanya memberikan laporan kepada CEO atau eksekutif puncak lain.

 INFORMASI MASYARAKAT KEUANGAN
Aktivitas intelegensi keuangan perusahaan yang berkembang paling baik adalah aktivitas yang menyangkut masyarakat keuangan. Ada dua sebab mengenai telah dibangunnya arus informasi ini. Pertama, sebagian informasi bersifat formal, yaitu berada dalam bentuk bahan tercetak dan database yang berisi informasi ekonomi dan lingkungan. Kedua, manajemen puncak mengetahui pentingnya lingkungan ekonomi dalam mempengaruhi perusahaan dan manajemen ini ingin tetap menggunakannya.
PROSES PENGANGGARAN
Proses penyusunan anggaran terdiri atas sejumlah keputusan semi terstruktur. Selain sangat dibutuhkan ukungan data dalam bentuk record accounting historis, juga diperlukan berbagi pertimbangan.
Ada tiga pendekatn atau cara umum yang dapat dilakukan perusahaan dalam menyusun anggarannya yaitu top-down, bottom-up, dan partisipatif.
a) Pendekatan top-down.
Bila dilakukan top-down, eksekutif perusahaan menentukan jumlah anggaran yang kemudian penentuannya dibebankan kepada tingkat dibawahnya. Rasionalisasi pelaksanaan pendekatan ini adalah bahwa eksekutif mempunyai pemahaman yang paling baik mengnai tujuan jangka panjang perusahaan dan dapat mengalokasikan dana yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut.
b) Pendekatan bottom-up.
Bila dilakukan pendekatan bottom-up, proses penyusunan anggaran dimulai dari tingkat organisasional paling bawah dan naik ke atas. Logikanya adalah bahwa orang yang berada pada tingkat bawah adalah yang paling dekat dengan tindakan dan paling dapat menentukan kebutuhan sumbernya.
c) Pendekatan partisipatif.
Karena adanya kelemahan dari pendekatan top-down dan bottom-up tersebut, maka yang paling umum yang dilakukan adalah proses penyusunan anggaran partisipatif. Yaitu, orang akan menerima dana turut ambil bagian dalam penyusunan jumlah dana tersebut. Ini adalah pendekatan give and take, yakni bahwa manajer pada berbagai tingkat melakukan negosiasi untuk menyusun anggaran agar semuanya mendapat kepuasan. Manajer tingkat menengah berperan pokok dalam proses ini, yaitu dengan memberikan pandangan jangka panjang kepada eksekutif dan memberikan pandangan mengenai kebutuhan jangka pendek bagi manajer tingkat bawah. Gambar 2.4 menunjukkan proses penyusunan anggaran partisipatif. Nomor dalam paragraf di bawah ini sesuai dengan nomor yang ada dalam gambar. Contoh ini berasumsi bahwa perusahaan menggunakan pemodelan matematis maksimal.
1. Point awalnya adalah ramalan penjualan yang dibuat oleh bagian pemasaran. Model peramalan berdasarkan pada proyeksinya mengenai input yang berasal dari manajer pemasaran tingkat bawah, yang dikombinasikan dengan pertimbangan yang berasal dari eksekutif pemasaran.
2. Manajemen puncak memeriksa ramalan dan membuat keputusan yang didasarkan pada evaluasi subyektif dan input yang lain.
3. Data ramalan yang disetujui kemudian dimasukkan ke dalam model perencanaan sumber, yang mengubah tujuan penjualan menjadi keperluan sumber untuk tiap bidang fungsional. Sebagai contoh, jika perusahaan ingin menjual 230.000 unit pada tahun depan, maka harus dipekerjakan delapan tenaga penjual baru, harus dibeli sebuah drill press baru, harus ditambahkan lagi dua tenaga accounting baru, dan harus diinstal sebuah disk drive tambahan. Modem MRP yang kita bahas pada Bab 2 dapat menjadi bagian dari model perencanaan sumber ini yaitu untuk memproyeksikan keperluan bahan.



Contoh input output sistem audit keuangan


Permanen
Perubahan Sementara
Posisi:
Junior clerk
Job grade sekarang:
Departemen:
DPC
Nama petugas:
Edi
Dibuat oleh:
Heru
Diusulkan job grade:
Disetujui oleh:
Disetujui oleh:
Tugas Pokok:

1. Backup server & cartridge;
2. Proses Akhir Hari;
3. Proses akhir bulan;
4. Buka/tutup sistem tabungan, giro, dan deposito;
5. Monitor on line; dan
6. Install aplikasi baru dari kantor pusat.

Tanggung jawab utama/tugas

1. Backup server untuk menghindari risiko akibat kerusakan main server;
2. Proses akhir hari, cek saldo, otorisasi, posting GL, print daftar OD, daftar saldo.


.